Virus Marburg Sebabkan Demam Berdarah Parah, Kenali Gejalanya

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 11:15 WIB
BAKAR KELELAWAR : Petugas Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP) Surakarta membakar kelelawar di Kompleks Pasar Burung Depok, Solo, Sabtu (14/3). (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
BAKAR KELELAWAR : Petugas Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP) Surakarta membakar kelelawar di Kompleks Pasar Burung Depok, Solo, Sabtu (14/3). (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Virus Marburg (MVD) dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebabkan kematian, terjadi pertama kali di Guinea, Afrika Barat, pada 2 Agustus 2021.

Virus ini disebut memiliki tingkat fatalitas kasus hingga 88%.

Awal virus Marburg ini terdeteksi pada 1967, usai wabah simultan di Marburg dan Frankfurt di Jerman serta Beograd, Serbia. Virus ini menyebabkan demam berdarah yang parah pada manusia.

WHO tengah berupaya mencegah wabah serupa terjadi, dengan mempertahankan pengawasan untuk penyakit virus Marburg. WHO juga mendorong negara-negara berisiko untuk menyusun strategi pencegahan. “Perlu kesiapsiagaan, kewaspadaan, pengendalian, dan evaluasi,” kata WHO, Senin (9/8), dikutip dari Katadata.co.id.

Baca Juga: PLN Dukung Industri Peternakan Ayam via Program Electrifying Agriculture

Masa inkubasi dari infeksi hingga timbulnya gejala virus Marburg, diungkapkan WHO, bervariasi, antara dua hingga 21 hari.

Gejala muncul tiba-tiba, seperti demam tinggi, sakit kepala parah, dan malaise (rasa lelah dan tidak enak badan) parah. Keluhan nyeri otot dan nyeri badan mulai dirasakan. Lalu, pada hari ketiga penderita akan mengalami diare berair yang parah, sakit perut dan kram, mual dan muntah.

“Pada fase ini, pasien digambarkan “seperti hantu”. Wajah akan terlihat tanpa ekspresi, mata cekung dan mengalami kelesuan ekstrem,” tulis WHO pada laman resminya pada 7 Agustus 2021.

Baca Juga: Calon Jamaah Usia 12-18 Tahun Boleh Haji dan Umrah dengan Syarat sudah 2 Kali Vaksinasi

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X