ASI Ekslusif Ibu Terpapar Covid-19 Bantu Tingkatkan Kekebalan Bayi, Kandungan Antibodi Tinggi

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 15:34 WIB
Ibu menyusui. (Parentlane)
Ibu menyusui. (Parentlane)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Satgas ASI Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Wiyarni Pambudi menyebutkan, ASI ibu positif Covid-19 memiliki kandungan antibodi yang tinggi.

Jadi bagi ibu menyusui yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih aman memberikan ASI Ekslusif untuk buah hatinya.

''Pada ibu yang terkonfirmasi positif ternyata di dalam ASI nya, mengalir antibodi Imunoglobulin A dan G, mengalir pula Lactalbumin, Lactoferin dll yang secara spesifik merupakan benteng perlawanan terhadap SARS-CoV-2. Inilah yang disebut imunisasi pasif yang alami, yang diberikan ibu penyintas COVIDASI -19 kepada bayinya,'' kata Wiyarni.

Wiyarni mengatakan, berdasarkan penelitian antivitas antibodi sIgA spesifik SARS-CoV-2 dan IgG spesifik dalam air susu penyintas Covid-19 mampu bertahan selama 7-10 bulan pasca infeksi.

Baca Juga: Akhir Pencarian, 3 Pendaki Lereng Gunung Ungaran Ditemukan Lemas

Peningkatan kekebalan tubuh, juga ditemukan pada ibu menyusui yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Bahkan, kadar antibodinya telah meningkat sejak 14 hari pasca penyuntikan pertama.

''Pada ibu yang telah vaksinasi Covid-19 ditemukan kadar antibodi slgA spesifik SARS-CoV-2 dalam ASI meningkat pesat dalam waktu 14 hari pasca vaksinasi dosis pertama, semakin kuat setelah minggu ke-4 dan terukur lebih tinggi pada minggu ke-5 dan ke-6,'' terangnya.

Dalam dua kondisi tersebut, pihaknya berharap agar dukungan dan semangat terhadap ibu menyusui untuk memberikan ASI Eksklusif kepada buah hatinya terus digalakkan terutama saat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Greysia Doakan Juniornya di Ganda Putri Berprestasi di Olimpiade

Sebab, selain sebagai sumber makanan utama, ASI juga penting untuk melindungi bayi dari paparan Covid-19.

Satgas Covid-19 IDAI mencatat hingga akhir Juli 2021 sebanyak 447 anak berusia dibawah 1 tahun meninggal akibat Covid-19, yang mana 16% diantaranya adalah bayi baru lahir.

Oleh karenanya, aktivitas menyusui tidak boleh terputus kendati ibu menyusui adalah kontak erat maupun telah terkonfirmasi positif Covid-19.

ASI tetap dapat diberikan dengan tetap melakukan protokol kesehatan ketat dan tidak mengalami gejala yang berat, jadi ibu masih bisa menyusui langsung.

Baca Juga: Menkes: Dosis Ketiga untuk Nakes Bisa Mencampurkan Dua Jenis Vaksin

Apabila seorang ibu merasa dirinya lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk menyusui langsung, maka bayi dapat diberikan ASI perah (ASIP) baik oleh ibu maupun anggota keluarga yang lain.

''Menyusui tidak boleh terputus apapun status ibu. Apabila kondisisnya tidak memungkinkan, ibu yang positif dan dirawat harus didukung agar bisa memerah ASI. Jika ibu masih kuat, lanjutkan dengan tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19,'' pesannya.

Sesuai dengan tema nasional Pekan Menyusui Sedunia tahun 2021 yakni Perlindungan Menyusui Tanggungjawab Bersama. Maka, upaya mempertahankan pemberian ASI eksklusif kepada bayi.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Kemenkes RI

Tags

Terkini

Ini Olah Raga yang Tren Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:25 WIB

Ini Khasiat Buah Naga untuk Redakan Batuk dan Flu

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:29 WIB
X