Waspada! Penyakit LSD Jadi Ancaman Baru Sapi dan Kerbau Indonesia

- Jumat, 9 Desember 2022 | 10:02 WIB
Salah satu ternak sapi yang terkena penyakit LSD. (suaramerdeka.com / dok)
Salah satu ternak sapi yang terkena penyakit LSD. (suaramerdeka.com / dok)

SUARAMERDEKA.COM - Para praktisi dan dokter jenis hewan besar, sedang disibukkan dengan penanganan Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol pada sapi dan kerbau.

Benarkah LSD merupakan ancaman baru pada hewan besar di Indonesia?

LSD adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV) yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae.

Baca Juga: Selain Pengusaha dan Politisi, Rob Clinton Suami Chelsea Islan Ternyata Bos ONIC Esport

Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau. Tapi belum ada laporan terkait kejadian LSD pada ruminansia lain seperti kambing dan domba.
 
Drh. Ria Utami, praktisi Animal Center Drh. Nugroho 2 Semarang, menjelaskan, penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit,

"Tapi virus LSD juga diekskresikan melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur, semen dan susu. Penularan juga dapat terjadi secara intrauterine."

Baca Juga: Terjadi Penyerangan di SMKN 3 Kota Semarang, Seorang Siswa Terluka Karena Terkena Sajam

"Secara tidak langsung, penularan terjadi melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakaian kandang, peralatan kandang, dan jarum suntik," kata Ria Utami, Jumat, 9 Desember 2022.

Penularan secara mekanis terjadi melalui vektor yaitu nyamuk (genus aedes dan culex), lalat (Stomoxys sp, Haematopota spp, Hematobia irritans), migas penggigit dan caplak (Riphicephalus appendiculatus dan Ambyomma heberaeum).

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan penyakit kulit berbenjol ini tidak berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X