Tak Sekedar 'Jual Tubuh', Ini Fakta Pekerjaan Kupu Kupu Malam dan Peran Luar Biasa Mereka

- Rabu, 7 Desember 2022 | 06:20 WIB
Poster serial WeTV Kupu Kupu Malam
Poster serial WeTV Kupu Kupu Malam

SUARAMERDEKA.COM - Tubuh sintal itu, yang terpaksa harus digilir atas nama kesejahteraan keluarga di kampung halaman.

Tak ada yang akan tahu pundi-pundi terkumpul dari kucuran tangan-tangan jalang yang mengusap tubuh telanjangmu. Asal susu dan beras di rumah tak pernah kurang. Tercukupi.

"Terus kalau aku melarat dan anakku sekarat, kamu mau tanggung jawab?" Minah balik bertanya pada Tohar, seniman jalanan yang bersedia mengawininya asal Minah mau melepas pekerjaannya sebagai freelance pelacur di komplek Sunan Kuning.

Kupu-Kupu Malam atau yang akrab dengan sebutan Pekerja Seks Komersial (PSK) bukanlah pekerjaan mudah meski bayarannya bisa jadi murah.

Baca Juga: Gunung Semeru Status Naik Level IV, Gubernur Khofifah: Masyarakat Tidak Panik dan Segera Evakuasi Diri

Tak dipungkiri, pekerjaan yang dilakoni sang Kupu Kupu Malam alias pekerja seks sesungguhnya sangatlah susah.

Mereka selalu berada dalam ancaman ditangkap atau digusur. Belum lagi, pekerja seks harus menerima 'hukuman sosial' di masyarakat, dari mulai dijauhi tetangga hingga berisiko terjangkit penyakit kelamin.

Tak hanya itu, kekerasan fisik dan verbal yang kadang menghampiri Kupu-Kupu Malam. Mereka juga rentan mengalami kekerasan seksual seperti penyiksaan sadomasochist, resiko diculik atau dibunuh psikopat.

Miris, fee yang diterima para pekerja seks juga tak seberapa. Dipotong biaya kamar, jatah germo, calo sampai jatah ketua RT, Camat, hingga Lurah daerah lokalisasi.

Baca Juga: Atasi Banjir di Muktiharjo Kidul Pemkot akan Bangun Dua Polder

Tak seberapa sisa ditangan yang bisa dikirim ke kampung, apalagi untuk ditabung atau untuk modal usaha.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X