Penelitian Bahaya BPA di Amerika Serikat Hanya pada Kemasan Kaleng, Bukan Galon Air

- Kamis, 24 November 2022 | 10:00 WIB
Ilustrasi makanan kaleng. (Pixabay)
Ilustrasi makanan kaleng. (Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penelitian kemasan kaleng di Universitas Stanford dan Johns Hopkins University yang dipublikasikan Environmental Research baru-baru ini menunjukkan adanya paparan Bisfenol A (BPA) pada makanan kaleng.

Disebutkan, semakin banyak mengkonsumsi makanan kaleng maka akan semakin berpeluang untuk seseorang terkontaminasi BPA.

Jadi, jika BPOM mau melabeli ‘berpotensi mengandung BPA” sebaiknya juga merujuk pada penelitian ini.

Baca Juga: Update Terbaru! Harga Emas di Pegadaian 24 November 2022: Antam dan Batik Naik, UBS-Retro Turun

“Saya dapat makan tiga kaleng peach, orang lain bisa makan satu kaleng sup krim jamur, dan saya memiliki paparan lebih besar terkena BPA," kata pemimpin penelitian, Jennifer Hartle dari Stanford Prevention Research Center, seperti dilansir Laboratory Equipment.

Penelitian berfokus pada analisis kadar BPA dalam produk makanan kaleng dan mengukur paparan senyawa itu pada sekelompok manusia.

Hartle dan tim menemukan bahwa makanan kaleng dengan BPA tinggi berpengaruh pada kandungan senyawa tersebut dalam urin manusia.

Baca Juga: Alhamdulillah! Sepekan Sebelum Piala Dunia 2022 di Qatar, 558 Orang Menjadi Mualaf

Kandungan BPA berbeda pada masing-masing jenis makanan.

Namun beberapa jenis makanan kaleng rupanya memiliki implikasi besar pada kandungan BPA dalam urin, seperti jenis sup, pasta, sayuran, dan buah.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X