Pascapandemi, Kunjungan Wisata di Jateng Meningkat Drastis

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 11:38 WIB
Kegiatan Table Top yang diselenggarakan Badan Otorita Borobudur (BOB) dan DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Jawa Tengah di Hotel Kotta Semarang, Kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu 1 Oktober 2022. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Kegiatan Table Top yang diselenggarakan Badan Otorita Borobudur (BOB) dan DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Jawa Tengah di Hotel Kotta Semarang, Kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu 1 Oktober 2022. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kunjungan wisata di Jawa Tengah mulai mengalami perkembangan yang positif. Peningkatan wisatawan disebut meningkat drastis hingga 80 persen, dibanding masa pandemi.

Subordinator Pengembangan Pasar Bidang Pemasaran Disporapar Provinsi Jateng, Tanti Apriani menyatakan, desa wisata di Jawa Tengah juga kembali menggeliat setelah pandemi.

Desa wisata ini masuk ke beberapa klasifikasi, yakni rintisan, maju, berkembang dan mandiri. Dari klasifikasi itu, mayoritas sudah masuk dalam klasifikasi maju dan berkembang.

Baca Juga: Desa Nogosaren Getasan Diproyeksikan Sebagai Desa Wisata Dirgantara Kabupaten Semarang

"Desa wisata sekarang sudah banyak masuk klasifikasi maju dan berkembang. Kami juga memberikan bantuan anggaran untuk mendukung sarana prasarana mereka," kata Tanti.

Pernyataan tersebut dia sampaikan pada kegiatan Table Top yang diselenggarakan Badan Otorita Borobudur (BOB) dan DPD Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Jawa Tengah di Hotel Kotta Semarang, Kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu 1 Oktober 2022.

Direktur Pemasaran BOB, Agus Rochiyardi menyebut, jumlah desa wisata di Jateng mencapai 800 desa. Untuk disebut sebagai desa wisata, daerah tersebut di antaranya harus memiliki landscape yang bagus serta memiliki tradisi yang unik atau menarik.

Baca Juga: Dukung Pengembangan Pariwisata Lokal, Adira Finance Ajak Komunitas Motor ke Desa Wisata Ramah Berkendara

Adapun terkait kegiatan ini, bertujuan agar seller dari desa wisata dapat menjual potensinya masing-masing secara maksimal dan tepat sasaran.

"Mereka bisa lebih agresif untuk menjual semua potensi yang ada di desanya. Sehingga membuat buyer paham dengan produk-produk yang ditawarkan desa tersebut," ujarnya.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X