Mencegah Risiko Kanker Payudara

- Jumat, 30 September 2022 | 20:20 WIB
Spesialis Kanker Payudara Dr. See Hui Ti  (sm/dok)
Spesialis Kanker Payudara Dr. See Hui Ti (sm/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Berdasarkan catatan Badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia.

Kematian akibat kanker di dunia diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030 mendatang.

Sedangkan di Indonesia, menurut laporan Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO), juga tak luput dari serangan kanker ini. 

Baca Juga: Cegah Sebelum Terlambat, Wanita Harus Tau ciri Khusus Kanker Payudara Berikut Ini

Dengan berpenduduk sebanyak 273 juta orang yang merupakan negara terpadat no. 4 di dunia, jumlah kematian akibat kanker di Indonesia mencapai 234.511 orang pada tahun 2020.

Ditinjau dari jenisnya, kasus kematian pada kanker payudara di Indonesia sebanyak 22.430 orang (9,6%) menempati urutan kedua kanker yang mematikan.

Seperti banyak kanker, kanker payudara tidak berkembang dalam semalam.

Dalam webinar publik Open Dialogue with Breast Cancer Specialists, panel Spesialis Kanker Payudara Dr. See Hui Ti merupakan Konsultan Senior, Onkologi Medis dari Parkway Cancer Centre, Singapore berbagi lebih banyak tentang kanker payudara dan manajemennya.

Dr. See Hui Ti, dalam webinar tersebut mengatakan sebelum kanker tumbuh, kita dapat memodifikasi gaya hidup kita untuk mengurangi faktor risiko yang menyebabkan kanker dan mencegah kanker berkembang.

Dalam webinar tersebut Dr. See Hui Ti menjawab beberapa pertanyaan peserta terkait dengan pencegahan dan gejala terkait kanker payudara.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X