Dari Kencana Ungu Pemimpin Perempuan Terakhir Kerajaan Majapahit Berjuluk Kencono Ungu

- Jumat, 30 September 2022 | 04:10 WIB
Ilustrasi tanaman kencana ungu (Habib  Farindra )
Ilustrasi tanaman kencana ungu (Habib Farindra )

Ratu Suhita atau Dyah Suhita merupakan putri dari Bhre Wirabhumi.

Namun juga ada yang menyebutkan, Dyah Suhita merupakan putri penguasa kelima Majapahit, Wikramawardhana (1389-1429), dari selirnya.

Dyah Suhita menikah dengan Aji Ratnapangkaja. Aji adalah salah satu pimpinan militer yang turut berperan dalam Perang Paregreg (1404-1406) melawan Bhre Wirabhumi dari Blambangan.

Setelah Bhre Wirabhumi kalah dalam Perang Paregreg dan terbunuh pada 1406, Wikramawardhana memimpin Majapahit hingga 1429.

Sepeninggal Wikramawardhana, terjadi kebingungan siapa yang berhak memimpin Kerajaan Majapahit.

Dalam Kitab Pararaton, disebutkan bahwa Wikramawardhana sempat menunjuk anaknya dari Kusumawardhani, yakni Rajakusuma atau Hyang Wekasing Putra, sebagai penerusnya.

Namun, Hyang Wekasing Putra mati muda. Begitu pula dengan putra Wikramawardhana dari selirnya, Bhre Tumapel, yang juga meninggal.

Keturunan Wikramawardhana hanya tersisa Dyah Suhita dan Bhre Kertawijaya, yang sama-sama dari selir.

Akhirnya, Dyah Suhita ditunjuk sebagai pemimpin Majapahit karena lebih tua dari Bhre Kertawijaya.

Dyah Suhita dilantik menjadi Ratu Majapahit pada 1429.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X