Pohon Asam, Kearifan Lokal Sekaligus Pangan Berkelanjutan Desa

- Jumat, 23 September 2022 | 12:14 WIB
Pohon Asam Jawa di RW 1 Sampangan yang masih tumbuh menjulang tinggi.(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan) (SM/Hendra Setiawan)
Pohon Asam Jawa di RW 1 Sampangan yang masih tumbuh menjulang tinggi.(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan) (SM/Hendra Setiawan)

SUARAMERDEKA.COM - Desa memiliki beragam keunikan dan kearifan lokal yang luarbiasa. Hal tersebut tidak terlepas dari budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat dahulu. Nilai keadilan, agama, dan mitos yang kuat mendorong sendi bermasyarakat berjalan harmonis.

Dari beragam kearifan lokal yang ada, pohon asam adalah yang dapat kita rasakan hingga saat ini. Pohon asam mungkin sulit ditemui di perkotaan, namun asam jawa atau bahasa ilmiahnya (Tamarindus indica) ini bisa dirasakan masamnya hingga dapur orang perkotaan.

Dari hal ini, kita dapat mempelajari bagaimana pohon asam jawa bisa eksis hingga saat ini. Menurut informasi yang didapat, salah satu daerah yang memiliki banyak populasi pohon asam jawa adalah Jogja.

Baca Juga: Salah Taruh Potongan Lidah Mertua Bisa Kualat, Bikin Aroma Tak Sedap di Dalam Rumah Enggan Minggat

Sebagian besar pohon yang ditanam ditepi Jalan Margatama, Malioboro, Margamulya dan Kulon Progo memiliki sejarah sendiri.

Dalam laman Kulonprogokab.go.id, pohon asam sudah ada sejak jaman pemerintahan Daendels merintis pembangunan jalur selatan di pulau Jawa atau sejak 200 tahun yang lalu.

Menurut literatur pohon asam ditanam pada tepi jalanan Jogja, memiliki makna kasengsem atau tertarik.

Namun berbeda jika kita melihat pada kota Semarang,. Pohon asam merupakan kunci sejarah terbentuknya asal kata nama kota Semarang, yaitu asem arang-arang atau asam jarang-jarang.

Baca Juga: Siapa Kakak Asuh Ferdy Sambo? Beri Jabatan Kadiv Propam hingga Sosok di Balik Kerajaan 'Kaisar Sambo'

Hal ini dapat dilihat dari berbagai literatur sejarah Semarang yang diawali pada abad ke-6 atau masa kerajaan Mataram kuno, daerah ini ditumbuhi banyak pohon asam dibandingkan daerah lain, namun persebarannya jarang-jarang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Kutu Putih Hancur? Gunakan Cairan Ini

Selasa, 27 September 2022 | 23:26 WIB
X