Bergerak Menangani Stunting (2-Habis), Berharap pada Si Bening dan Posyandu Keliling

- Selasa, 20 September 2022 | 11:45 WIB
Seorang balita stunting penerima PMT dalam program Si Bening asyik tiduran di kediamannya di Dadapsari, Semarang Utara. (suaramerdeka.com / Maratun Nashihah)
Seorang balita stunting penerima PMT dalam program Si Bening asyik tiduran di kediamannya di Dadapsari, Semarang Utara. (suaramerdeka.com / Maratun Nashihah)

KEMISKINAN dan pola asuh yang salah agaknya menjadi penyebab utama stunting di Kota Semarang.

Sejauh ini Pemerintah Kota Semarang telah melakukan berbagai upaya untuk menanganinya.

Pada Maret hingga April 2022, diluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Baca Juga: Jawa Tengah Sudah Bersih dari Judi, Kapolda: Kalau Pelaku Muncul Lagi, Segera Lapor Polisi!

Para balita stunting diberi makanan sehat dan bergizi siap santap tiga kali sehari selama dua bulan.

Selain itu, melalui Dinas Ketahanan Pangan, pemerintah juga memberikan susu formula.

Saban bulan, sebanyak empat dus susu formula berukuran 400 gram diberikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Muchamad Abdul Hakam memastikan susu formula hanya diberikan kepada anak di atas usia enam bulan sehingga tidak kontradiktif dengan ASI eksklusif.

Baca Juga: Aduh! Ayah Brigadir J Nyerah Ikuti Kasus Anaknya, Ungkapannya Bikin Sedih Banget

Tak hanya itu, sebagian anak stunting juga memperoleh makanan olahan ikan dari Dinas Perikanan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Makanan Ini Bisa Perkuat Daya Tahan Tubuh! Apa Saja?

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:08 WIB

Punya Masalah Gigi Berlubang? Simak Tips Ampuh Ini

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:42 WIB
X