Bergerak Menangani Stunting (1): Bergerilya di Antara Jerat Kemiskinan dan Ketidakpedulian

- Senin, 19 September 2022 | 07:45 WIB
Beberapa ibu hamil menerima PMT (Pemberian Makanan Tambahan) di Puskesmas Bandarharjo, Semarang Utara. (suaramerdeka.com / Maratun Nashihah)
Beberapa ibu hamil menerima PMT (Pemberian Makanan Tambahan) di Puskesmas Bandarharjo, Semarang Utara. (suaramerdeka.com / Maratun Nashihah)

HILIR mudik pasien dan tenaga kesehatan di Puskesmas Bandarharjo, Semarang Utara seolah tak mengusik Fino.

Dengan telepon seluler di tangan, bocah empat tahun itu terlihat jenak menunggu.

Tak lama, rengekannya terdengar. Minta minum. Nur (27), sang ibu, merogoh dua lembar dua ribuan dari kantong celana.

Bersama sang nenek, Fino melesat keluar. Namun yang didapat bukan minuman, melainkan mie instan.

Baca Juga: Intip Asmara Zodiak Hari Ini 19 September 2022 Aries, Gemini, Taurus: Sesuaikan Sikap dan Amarah

Fino hari itu turut Nur menunggu pembagian PMT (pemberian makanan tambahan). Nur yang kini hamil anak keempat menderita anemia.

Saat hamil anak ketiga, dia mengalami keguguran karena masalah yang sama. Dia mengaku pada masa awal kehamilan keempatnya ini juga sempat sakit-sakitan karena jarang makan.

"Dari September sampai Juni suami saya yang biasanya kerja bangunan, menganggur. Kalaupun kerja, paling seminggu, lalu nganggur lagi. Terpaksa jarang makan," katanya, Kamis 25 Agustus 2022.

Untuk menyambung hidup, Nur sempat berjualan bubur.

Baca Juga: 7 Rangkaian Acara Festival Kota Lama yang Manjakan Wisatawan Nomor 1 Sudah Lewat Nomor 4 Jangan Terlewat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X