Usai Vaksin Muncul Gejala COVID-19, Eijkman: Itu Masa Inkubasi Virus

- Senin, 26 Juli 2021 | 19:55 WIB
ilustrasi  vaksinasi Covid-19. (Nugroho Wahyu Utomo)
ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Nugroho Wahyu Utomo)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Ahli dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan gejala COVID-19 muncul beberapa hari setelah menjalani vaksinasi diakibatkan karena seseorang sedang berada dalam masa inkubasi virus penyebab COVID-19 menginfeksi tubuh dan sudah terpapar virus sebelum mengikuti vaksinasi.

"Proses inkubasi virusnya tetap berjalan, sehingga dua tiga hari setelah suntikan (vaksin COVID-19) baru muncul gejala COVID-19 dan itu cukup banyak sih, artinya mereka sedang dalam masa inkubasi, sehingga otomatis beberapa hari setelah vaksinasi muncul gejalanya," kata Amin Soebandrio yang juga ​​​​​​Kepala Lembaga Eijkman, Senin (26/7)

Amin menuturkan proses inkubasi bisa membutuhkan waktu beberapa hari hingga satu mingguan, bahkan pada kasus tertentu ada yang lebih lama waktunya.

Baca Juga: MUI Jawa Tengah Ajak Masyarakat Taati PPKM Perpanjangan

"Kita sering kali tidak bisa membedakan seseorang itu dari tampilannya, gejala klinisnya apakah dia orang yang sehat atau sedang dalam masa inkubasi. Masa inkubasi bisa beberapa hari sampai sekitar sepekan, ada yang lebih panjang sih. Mungkin orang itu sudah merasa, tapi karena masih ringan menganggap tidak ada gejala apa-apa, sehingga vaksinasi tetap dijalankan tapi proses inkubasi virusnya tetap berjalan," tuturnya.

Amin mengatakan infeksi COVID-19 yang muncul beberapa hari setelah menjalani vaksinasi COVID-19 tersebut, bukan disebabkan oleh vaksin COVID-19 yang telah disuntikkan ke dalam tubuh.

"Apalagi, vaksin yang diberikan itu adalah vaksin yang sudah diinaktivasi sudah mati, jadi sama sekali tidak menimbulkan infeksi," ujarnya.

Baca Juga: WHO Anjurkan Pasien Covid-19 Hindari Konsumsi Ini Selama Pemulihan

Vaksin yang sudah diinaktivasi mengandung bagian virus yang sudah dimatikan, sehingga tidak memiliki risiko untuk melakukan replikasi di dalam tubuh penerima vaksin. Dengan demikian, vaksin tidak menimbulkan infeksi COVID-19.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PAP Smear, Metode Membantu Deteksi Kanker Serviks

Rabu, 22 September 2021 | 07:12 WIB

Anak-anak Juga Bisa Terserang Kanker, Kenali Jenisnya

Selasa, 21 September 2021 | 22:57 WIB

Lima Cara Mudah Tingkatkan Stamina Otak

Selasa, 21 September 2021 | 07:15 WIB

Karies Jadi Momok, Dokter Gigi Didorong Berinovasi

Selasa, 21 September 2021 | 06:55 WIB

Hindari Lima Kesalahan Ini Saat Mencuci Muka

Senin, 20 September 2021 | 09:18 WIB

Tak Hanya Minum Air Hangat, Berikut Tips Atasi Flu

Minggu, 19 September 2021 | 20:07 WIB

Sering Telat Makan? Awas Bahaya Ini Mengintai Anda

Minggu, 19 September 2021 | 10:58 WIB

Ini Tiga Mitos Diet Sesat yang Perlu Kamu Tahu

Sabtu, 18 September 2021 | 10:12 WIB
X