Nilai Ekonomis Tinggi, Ini Segudang Khasiat Cabai Jamu yang Belum Banyak Diketahui, Yuk Tanam di Kebun

- Rabu, 7 September 2022 | 07:30 WIB
Ilustrasi tanaman cabai jamu atau cabai Jawa. (ilmubudidaya.com)
Ilustrasi tanaman cabai jamu atau cabai Jawa. (ilmubudidaya.com)

Suaramerdeka.com - Tanaman cabai jamu (Piper retrofractum Vahl) dikenal sebagai jenis rempah yang masih berkerabat dengan lada dan kemuku.

Selain itu, cabai jamu termasuk dalam suku sirih-sirihan atau Piperaceae.

Nama lain dari cabai jamu adalah cabya, cabai Jawa atau cabai saja.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang 7 September 2022: Berawan, Ada Potensi Diguyur Hujan Ringan

Perlu diketahui, cabai jamu adalah tumbuhan asli Indonesia, populer sebagai tanaman obat pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600m di atas permukaan laut).

Biasanya tanaman cabai jamu dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter dari permukaan laut (dpl), dengan curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm per tahun.

Biasanya, tanah lempung berpasir, dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik, merupakan lahan yang cocok untuk budidaya cabai jamu.

Baca Juga: Sebelum Harga BBM Naik, Optimisme Konsumen Tetap Terjaga, Masyarakat Pilih Menabung

Di Indonesia sendiri, tanaman cabai jamu banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tanaman cabai jamu memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan kering berbatu.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X