Konsentrator Oksigen si Alkes Portabel yang Simpel, Begini Cara Kerjanya

- Rabu, 21 Juli 2021 | 16:49 WIB
Tabung Oksigen
Tabung Oksigen

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kedutaan Besar Jepang melalui keterangan resminya memberikan bantuan 2.800 konsentrator oksigen, atau senilai US$ 5,6 juta atau Rp 81,4 miliar kepada Indonesia.

Bantuan ini merupakan bentuk dukungan Jepang kepada pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19.

Tak hanya itu, Jepang juga menyumbangkan vaksin sebanyak 2,16 juta dosis yang telah diserahkan pada 1 dan 15 juli 2021.

Selama ini kebutuhan oksigen di Indonesia masih didominasi dengan tabung oksigen, berupa gas yang dikompresi atau berupa cairan yang terkonsentrasi.

Tabung oksigen tersebut diproduksi pabrik khusus dengan metode distilasi kriogenik atau pressure swing adsorption (PSA). Dari sini, produsen lalu mengemas oksigen ke dalam tabung-tabung besi, sebelum dipasarkan.

Baca Juga: Kadin Indonesia Ingin Genjot Vaksinasi Gotong Royong, Arsjad: Kita Beli untuk Pekerja

Alat konsentrator oksigen ini jauh lebih ringkas dan mudah dibawa dibandingkan tabung oksigen cair

Alkes ini bekerja menyuplai oksigen ke pasien dengan gangguan pernapasan. Alat ini hanya bisa digunakan dengan pengawasan serta resep dari dokter.

Cara kerjanya dengan menghilangkan nitrogen dari udara dan menghasilkan oksigen murni hingga 96%. Sebagai referensi, udara ruangan mengandung 80% nitrogen dan 20% oksigen.

Dengan konsentrator oksigen, kandungan udara akan berubah melalui proses penyaringan. Ada dua filter atau saringan dalam satu mesin. Satu untuk mengambil udara dari luar. Saringan berikutnya untuk mengalirkan oksigen ke pasien.

Baca Juga: PPKM Gunakan Pemetaan Level, Ganjar: Pemda Diberi Keleluasaan Mengatur

Alat ini memiliki kecepatan produksi oksigen sebanyak 5 liter per menit (LPM). Konsentrator oksigen juga dilengkapi dengan layar untuk mengatur kadar oksigen yang dibutuhkan oleh pasien. Saat menghirup oksigen dari mesin ini, pasien menggunakan kanula hidung atau masker khusus.

Pemakaiannya cocok untuk penggunaan di rumah. Selain portable dan tidak perlu diisi ulang, konsentrator oksigen juga lebih aman dibandingkan oksigen ciar karena tidak mudah bocor dan terbakar.

Konsentrator oksigen dapat menyala 24 jam. Kelemahannya adalah apabila listri mati atau baterai habis, otomatis alat ini tidak bekerja.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Penyakit Roscea, Kerap Menyerang Kulit Wajah

Kamis, 16 September 2021 | 10:39 WIB

Kulit Kamu Berminyak? Yuk Simak Tips untuk Merawatnya

Kamis, 16 September 2021 | 09:48 WIB

Masa Pandemi Covid-19, Bertahan dengan Pangan Lokal

Selasa, 14 September 2021 | 21:29 WIB

Ini Manfaat Rebusan Sereh dan Jahe Bagi Kesehatan

Selasa, 14 September 2021 | 21:21 WIB

Lima Manfaat Lidah Buaya untuk Kulit

Senin, 13 September 2021 | 17:43 WIB

Mau Tidur yang Nyaman dan Nyenyak? Coba 3 Tips Berikut

Senin, 13 September 2021 | 09:48 WIB

Mau Menaikkan Tingkat Sistem Imun? Coba 5 Cara Ini

Jumat, 10 September 2021 | 13:10 WIB

BioSaliva, Alat Tes Covid-19 dengan Cara Berkumur

Sabtu, 4 September 2021 | 20:15 WIB

Pakar: Sel Punca Ciptaan Tuhan yang Cerdas dan Homing

Kamis, 2 September 2021 | 07:21 WIB
X