Oseltamivir Bukan Obat Covid-19 untuk Pasien Isoman, Pakar Kesehatan: Hanya Efektif untuk Influenza

Red
- Jumat, 16 Juli 2021 | 16:35 WIB
Obat-obatan sebagai komoditas inti. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Obat-obatan sebagai komoditas inti. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lima organisasi profesi kesehatan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menarik dua jenis obat virus corona yakni Oseltamivir dan Azithromycin dari daftar rekomendasi pengobatan Covid-19 bagi pasien isolasi mandiri (isoman).

Kelima organisasi profesi itu yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Selanjutnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zullies Ikawati, membeberkan alasan kedua obat tersebut tak mendapat rekomendasi. Zullies menyebut penggunaan Oseltamivir sejak awal memang tidak diperuntukan untuk menangani Covid-19, melainkan hanya untuk influenza.

"Gejala Covid-19 agak mirip dengan flu dan waktu itu juga belum ada obat-obatan anti virus maka itu (Oseltamivir) dipakai sebagai salah satu terapinya," kata Zullies dikutip dari Katadata.co.id, Jumat, (15/7).

Baca Juga: Tak Akan Hadiri Olimpiade Tokyo, Sekjen PBB Desak Negara Berkonflik Patuhi Gencatan Senjata

Zullies menyebutkan seiring berkembangannya penelitian banyak bukti klinis yang menyebutkan bahwa Oseltamivir tidak efektif bagi pasein Covid-19. Salah satunya, obat ini hanya bekerja untuk menghambat keberadaan enzim neuraminidase yang ada pada virus influenza. "Enzim tersebut tidak terdapat di dalam virus Covid-19," kata Zullies.

Penggunaan obat ini ujarnya juga dibatasi hanya untuk pasien influenza yang menunjukkan gejala berat. Adapun banyak orang yang masih kesulitan untuk membedakan antara influenza berat dengan jenis flu biasa bergejala ringan. "Pengidap flu gejala ringan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa konsumsi antiviral," kata dia.

Meski begitu, pasien positif Covid-19 yang pada saat bersamaan juga mengidap influenza berat, kata Zullies, masih dimungkinkan untuk mengonsumsi Oseltamivir. Sebaliknya, efek dari obat ini tidak akan bermanfaat bagi pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri dan tanpa gejala. "Apalagi kalau tanpa gejala atau ringan,sehingga itu (Oseltamivir) tidak disarankan," kata dia.

Baca Juga: Varian Delta Mengganas, Pelancong Indonesia Dilarang Masuk Filipina

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X