Polusi Udara Rusak Kekebalan Tubuh, Memperburuk keparahan Covid-19

- Selasa, 13 Juli 2021 | 19:05 WIB
Seorang anak perempuan India memegang poster memprotes polusi udara di India, New Delhi, India. (Foto: AP)
Seorang anak perempuan India memegang poster memprotes polusi udara di India, New Delhi, India. (Foto: AP)


WASHINGTON, suaramerdeka.com - Sebanyak 2.038 orang dewasa yang dirawat di daerah Detroit Amerika Serikat menjadi sampel sebuah penelitian yang dilakukan sejumlah peneliti.

Lingkungan dengan tingkat polusi udara dan cat timbal yang lebih tinggi berkontribusi pada keparahan COVID-19. Semakin buruk kontaminasi udara lokal, semakin tinggi kemungkinan membutuhkan perawatan intensif dan ventilasi mekanis.

Anita Shallal dari Rumah Sakit Henry Ford Detroit mengatakan paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat merusak sistem kekebalan dan membuatnya lebih rentan terhadap infeksi virus, sementara partikel halus dalam polusi udara juga dapat bertindak sebagai pembawa virus dan membantu penyebarannya.

Baca Juga: 27 Exit Tol Jateng Ditutup, Begini Penjelasan Pakar Transportasi Djoko Setijowarno

Studi ini "menarik perhatian pada ketidaksetaraan sistemik yang mungkin menyebabkan perbedaan mencolok dalam hasil COVID-19 di sepanjang garis ras dan etnis," kata Shallal dalam sebuah pernyataan dari Kongres Mikrobiologi Klinis dan Penyakit Menular Eropa, seperti dikutip dari Reuters.

"Komunitas kulit berwarna lebih mungkin berlokasi di daerah yang lebih dekat dengan polusi industri, dan bekerja di bisnis yang membuat mereka terpapar polusi udara."

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alasan Mengapa Sikat Gigi Sebelum Tidur Itu Penting

Senin, 25 Oktober 2021 | 07:01 WIB

Selain Jeruk, Ini Tiga Buah yang Kaya Akan Vitamin C

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:55 WIB

Nyeri Punggung Bawah Dapat Diatasi dengan Yoga

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:12 WIB

Ini Bahayanya Duduk Terlalu Lama

Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:26 WIB
X