Pasien Covid-19 Dinyatakan 'Sembuh' setelah Isolasi Mandiri, Simak Syarat dan Penjelasannya

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 16:51 WIB
Pasien OTG diminta untuk Isolasi Mandiri di Rumah. SM/Covid19.go.id
Pasien OTG diminta untuk Isolasi Mandiri di Rumah. SM/Covid19.go.id

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pasien Covid-19 dapat dikatakan 'sembuh' atau melepas masa isolasi setelah 10 hari dikarantina plus 3 hari gejala hilang.

Hal itu disampaikan praktisi klinik, edukator, dan sukarelawan Covid-19 dr. Muhamad Fajri Adda'i, Sabtu 10 Juli 2021.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengatakan, penetapan jumlah hari isolasi tersebut merupakan pedoman terbaru yang digunakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Baca Juga: Google akan Hentikan Update Play Services untuk Android Jelly Bean

Sementara untuk pasien Covid-19 yang memiliki gejala berat bisa memakan waktu lebih lama.

"Pertanyaannya, kalau gejalanya 5 hari sudah hilang, terus PCR-nya negatif harus tetap karantina? Dia tetap harus nunggu sampai 10 terus ditambah 3 hari, baru hari ke-14 dia baru boleh selesai isolasi, walaupun enggak pakai tes PCR lagi," ujar dr. Fajri, seperti dikutip dari Antara.

Pedoman kesehatan yang dikeluarkan oleh CDC juga menyebutkan bahwa untuk mengakhiri masa isolasi tidak dibutuhkan lagi tes usap.

Akan tetapi, pasien yang melakukan isolasi mandiri idealnya harus berkonsultasi dulu kepada dokter sebelum dinyatakan bebas virus corona.

Baca Juga: Sekolah di Inggris Ijinkan Siswa Masuk Siang Usai final Piala Eropa 2020

"Dasarnya kenapa enggak perlu dicek ulang, karena kalau udah lebih dari 14 hari, risiko penularannya itu kecil. CT value atau PCR positif bisa sampai 3 bulan ke depan," ujar dr. Fajri.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Ini Olah Raga yang Tren Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:25 WIB

Ini Khasiat Buah Naga untuk Redakan Batuk dan Flu

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:29 WIB
X