Stunting Masih Jadi Tantangan Besar pada SDM Selama Pandemi Covid-19

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 17:39 WIB
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng drg. Widwiono, M.Kes dan Gubernur Ganjar Pranowo dalam obrolan virtual. (suaramerdeka.com / dok)
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng drg. Widwiono, M.Kes dan Gubernur Ganjar Pranowo dalam obrolan virtual. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Stunting masih menjadi tantangan besar terhadap sumber daya manusia (SDM), terutama selama pandemi Covid-19. Pada 2020, sebanyak 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting.  

Gubernur Ganjar Pranowo menuturkan, hal ini dapat disebabkan praktik pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses air bersih, hingga terbatasnya layanan kesehatan.

“Maka dari itu, penting untuk memberikan gizi baik seperti susu dan vitamin, hingga melibatkan berbagai pihak misalnya LSM dan aktivis maupun swasta seperti Danone Indonesia untuk pengadaan air bersih. Dengan upaya bersama, kita bisa mencapai Indonesia Maju di 2045,” katanya.

Baca Juga: IDAI Rilis 10 Rekomendasi, Minta Tunda Vaksinasi Anak Usia 3-11 Tahun

Senada dengan Gubernur Jateng, Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jawa Tengah, drg. Widwiono, M.Kes juga mengatakan bahwa angka stunting dan perkawinan anak berperan besar terhadap kesehatan masyarakat.

Terdapat beberapa hambatan yang terjadi di keluarga, mulai dari kurangnya informasi terkait pola hidup sehat, hingga tingginya angka perkawinan anak dan stunting. Terutama di Kabupaten Wonosobo.

“Dalam rangka Harganas, kami menyelenggarakan rangkaian kegiatan mulai dari perlombaan di sosial media hingga kampanye Jo Kawin Bocah. Hal ini dilakukan sebagai langkah edukasi untuk menekan angka perkawinan anak dan angka stunting,” kata dia.

Di samping pentingnya peran keluarga, Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa keluarga di Indonesia masih mengalami berbagai tantangan kesehatan.

Baca Juga: Izin Darurat Vaksin Moderna Dikeluarkan, BPOM: Aman untuk Komorbid, Efikasi Capai 94,1Persen

Hal ini meliputi dari kondisi stunting yang dialami 30,8 persen balita, anemia yang dialami sekitar satu dari 3 balita dan satu dari d wanita hamil, hingga 1 dari 5 anak Indonesia tidak cukup minum air.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Cara Mudah Tingkatkan Stamina Otak

Selasa, 21 September 2021 | 07:15 WIB

Karies Jadi Momok, Dokter Gigi Didorong Berinovasi

Selasa, 21 September 2021 | 06:55 WIB

Hindari Lima Kesalahan Ini Saat Mencuci Muka

Senin, 20 September 2021 | 09:18 WIB

Tak Hanya Minum Air Hangat, Berikut Tips Atasi Flu

Minggu, 19 September 2021 | 20:07 WIB

Sering Telat Makan? Awas Bahaya Ini Mengintai Anda

Minggu, 19 September 2021 | 10:58 WIB

Ini Tiga Mitos Diet Sesat yang Perlu Kamu Tahu

Sabtu, 18 September 2021 | 10:12 WIB

Mengenal Penyakit Roscea, Kerap Menyerang Kulit Wajah

Kamis, 16 September 2021 | 10:39 WIB

Kulit Kamu Berminyak? Yuk Simak Tips untuk Merawatnya

Kamis, 16 September 2021 | 09:48 WIB

Masa Pandemi Covid-19, Bertahan dengan Pangan Lokal

Selasa, 14 September 2021 | 21:29 WIB
X