Vaksin 'Non Live Virus' Aman untuk Ibu Hamil, IDI Rekomendasikan Pfizer dan Moderna

Red
- Sabtu, 3 Juli 2021 | 17:18 WIB
Ilustrasi Vaksin Pfizer. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Vaksin Pfizer. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Berbagai lapisan masyarakat rentan terinfeksi Covid-19, termasuk ibu hamil. Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ari K. Januarto, menyarankan kelompok ibu hamil menerima vaksin virus corona.

POGI mencatat, kasus ibu hamil yang terjangkit Covid-19 terus bertambah dengan jumlah sekitar 536 orang selama periode April 2020 hingga April 2021.

Berdasarkan data tersebut juga, sekitar 72% kasus Covid-19 dialami pada usia kehamilan 37 minggu atau menjelang kelahiran. "Sementara kita belum mempunyai rumah sakit yang benar-benar khusus menangani ibu hamil", ujar Ari, Jumat (2/7), dikutip dari Kata Data.

Baca Juga: Kadin Jawa Tengah Sebut PPKM Darurat Sebagai Obat Agar Cepat Sehat dari Covid-19

Banyaknya kasus Covid-19 pada ibu hamil dapat menjadi celah penyebaran virus, baik bagi keluarga, tenaga medis, hingga dokter. Sehingga POGI mendorong vaksinasi ibu hamil.

Vaksin yang tersedia saat ini aman untuk ibu hamil. "Vaksin yang ada tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi kehamilan terutama pada vaksin yang mengandung 'non live virus', itu sangat aman," ujar Sekjen POGI, Budi Wiweko.

Baca Juga: Soal Akun IG Jerinx Hilang, Adam Deni: Kesalahpahaman Telah Selesai

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan studi atas vaksin "non live virus" seperti vaksin influenza atau vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) cukup aman diberikan kepada ibu hamil.

"Selama ini ibu hamil mendapatkan vaksin non live virus seperti influenza itu tidak ada keluhan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi)," katanya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Budaya Hidup Sehat, Ini Tips Cegah Gigi Berlubang

Minggu, 28 November 2021 | 18:39 WIB

Ini Manfaat Lumut Laut untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kamis, 25 November 2021 | 23:16 WIB
X