Isolasi Diri dari Media Sosial Dianjurkan untuk Pasien Isoman, Hindari Imun Tubuh Turun

Red
- Kamis, 1 Juli 2021 | 16:32 WIB
Pasien OTG diminta untuk Isolasi Mandiri di Rumah. SM/Covid19.go.id
Pasien OTG diminta untuk Isolasi Mandiri di Rumah. SM/Covid19.go.id

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ahli Gizi Masyarakat dari FKUI dokter Tan Shot Yen mengungkapkan isolasi mandiri (Isoman) bagi pasien COVID-19 sebaiknya juga dibarengi dengan isolasi diri dari media sosial.

“Kalau bisa selain isolasi mandiri secara fisik, ada baiknya orang yang menjalani isoman itu juga mengisolasi dirinya dari media sosial,” kataTan Shot Yen seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/7).

Pasien COVID-19 yang menjalankan isoman sebaiknya tidak terpapar terlalu banyak membaca informasi mengenai penyakit yang berasal dari virus SARS-CoV-2 itu.

Baca Juga: Siap Terapkan PPKM Darurat, Menag Segera Revisi Edaran Iduladha

Tak dipungkiri, informasi yang beredar di media sosial terkait penanganan COVID-19 justru banyak yang tidak tepat dan bahkan bohong sehingga tentu informasi itu membawa kesalahpahaman dan malah berpotensi menurunkan imun tubuh.

Oleh karena itu, pasien COVID-19 yang ingin memahami penanganan COVID-19 saat menjalankan perawatan pribadi di rumah sendiri disarankan hanya menggunakan gawainya untuk menghubungi tenaga medis atau dokter yang bisa dipercaya.

Misalnya dokter dari Puskesmas terdekat atau dokter yang melakukan praktek telemedisin baik lewat aplikasi seperti Halodoc, Alodokter, Good Doctor, SehatQ maupun bisa juga dari layanan telemedisin rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Polda Jateng Siap Dukung Pelaksanaan PPKM Darurat, Lakukan Penyekatan di Beberapa Lokasi

Hal itu menjaga agar pemberian vitamin atau pun obat yang dikonsumsi pasien isoman bisa tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan stok pada beberapa jenis obat yang kerap direkomendasikan di media sosial.

“Dengan begitu juga kita bisa menjaga kondisi stok obat atau pun vitamin sehingga tidak terjadi kelangkaan seperti yang terjadi beberapa kali ini,” kata dokter Tan.

Di samping itu, komunikasi dengan dokter juga membantu pasien jika sewaktu- waktu kondisi gejala yang dialami semakin memburuk dan harus dilakukan penanangan lebih lanjut.

Misalnya seperti sesak nafas atau pada saat melakukan pengukuran kadar oksigen dalam darah ditemukan hasil di bawah 95 persen.

Baca Juga: Kabar Duka, Peramal Mbak You Meninggal Dunia

“Itu boleh hubungi dokter yang bisa dipercaya ya jadi tahu penanganannya. Tapi kalau misalnya hanya merasakan pusing, demam, atau kehilangan indra penciuman lebih baik tetap di rumah saja dan meminum obat yang diresepkan dengan rutin,” katanya.

Terakhir, pasien isolasi mandiri lebih disarankan untuk memakan sayur dan buah- buahan dibandingkan makanan yang memiliki kandungan vetsin, garam dan gula yang berlebih.

Masakan rumahan yang memiliki baik dikonsumsi untuk meningkatkan imun dari pasien yang menjalani isoman.

Isolasi mandiri lebih dianjurkan untuk orang- orang yang positif COVID-19 bergejala ringan hingga sedang atau pun orang- orang yang mengalami gejala- gejala COVID-19 dan masih menunggu hasil tes.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Budaya Hidup Sehat, Ini Tips Cegah Gigi Berlubang

Minggu, 28 November 2021 | 18:39 WIB

Ini Manfaat Lumut Laut untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kamis, 25 November 2021 | 23:16 WIB
X