Limbah Masker Covid-19 Berbahaya, Ini Solusi yang Ditawarkan LIPI

- Rabu, 30 Juni 2021 | 10:36 WIB
Masker. (suaramerdeka.com / dok)
Masker. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menawarkan teknologi untuk daur ulang limbah masker sekali pakai agar tidak menimbulkan timbunan sampah yang berbahaya bagi lingkungan.

Di masa pandemi Covid-19 terjadi penumpukan sampah di mana-mana sehingga mendesak penanganan dan pengelolaan yang tepat.

Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) LIPI Akbar Hanif Dawam Abdullah mengatakan penggunaan masker dua lapis (medis dan kain) sangat penting terutama di masa pandemi Covid-19.

Meskipun masker itu digunakan oleh masyarakat yang sehat sekalipun, namun barang bekas itu tetap berbahaya jika dibuang sembarangan.

Baca Juga: Percepat Produksi Vaksin Merah Putih, Muhadjir: Butuh Terobosan

Untuk itu diperlukan perlakuan khusus yaitu disinfeksi agar masker bekas pakai aman untuk dibuang.

Namun, setelah melalui tahap disinfeksi, ternyata limbah masker tetap menimbulkan masalah di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung

Dawam juga menyinggung tingginya kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 menyebabkan banyak warga beralih menggunakan masker bedah ataupun masker N95.

Masker N95 ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menahan virus dibanding masker kain. Jenis bedah ini memiliki pori sangat kecil, tetapi merupakan masker sekali pakai yang dapat menyumbang timbunan limbah.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Demam Akibat DBD dengan Covid-19, Begini Ciri-cirinya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X