JKN-KIS Naungi Warga dari Berbagai Strata

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:29 WIB
Suprianto (43), penyandang disabilitas netra menunjukkan kartu JKN-KIS yang dimilikinya di Panti Pijat Tunanetra “Harmoni Sehat” di Jalan Slamet Kota Pekalongan. (suaramerdeka.com / Isnawati)
Suprianto (43), penyandang disabilitas netra menunjukkan kartu JKN-KIS yang dimilikinya di Panti Pijat Tunanetra “Harmoni Sehat” di Jalan Slamet Kota Pekalongan. (suaramerdeka.com / Isnawati)

Suaramerdeka.com - Suprianto (43), penyandang disabilitas netra bersiap makan siang ditemani Rizal (29), penyandang low vision di Panti Pijat Tunanetra “Harmoni Sehat” di Jalan Slamet Kota Pekalongan, Senin 1 Agustus 2022.

Di panti pijat yang dikelola Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Pekalongan, Suprianto menjalani hari-hari bersama Rizal.

Minarsih, istri Suprianto meninggal pada 22 Februari 2021 setelah jatuh dari lantai dua rumah kakaknya di Bawang, Kabupaten Batang.

“Saat itu hujan deras. Istri saya mengangkat jemuran di lantai dua yang sedang dibangun, dan tepinya belum jadi. Mungkin tergesa-gesa, dia jatuh dari lantai dua,” papar Suprianto.

Baca Juga: Titik Terang Pembunuhan Brigadir J, Pengacara Bharada E: Namanya Kepolisian, Dia Harus Patuh Perintah

Istrinya mengalami patah tulang belakang.

Puskesmas Bawang merujuknya ke RSUD Kraton.

Minarsih dirawat di ruang ICU selama 10 hari, menjalani operasi pemasangan pen dua kali dan rawat jalan sepuluh bulan.

“Alhamdulillah, semuanya dicover BPJS Kesehatan,” sambungnya.

Baca Juga: Regenerasi Jadi Kunci agar Budaya Tradisional Tetap Eksis

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PKFI Pastikan Pelayanan Klinik Sesuai Standar

Senin, 3 Oktober 2022 | 00:40 WIB
X