Cegah Stunting, Penuhi Asupan Protein Hewani Sejak Masa Kehamilan

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:36 WIB
Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, ahli gizi kesehatan masyarakat dan guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia memberi penjelasan stunting, dalam edukasi media yang digelar Japfa. (suaramerdeka.com / dok Japfa)
Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, ahli gizi kesehatan masyarakat dan guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia memberi penjelasan stunting, dalam edukasi media yang digelar Japfa. (suaramerdeka.com / dok Japfa)

SURABAYA, suaramerdeka.com – Prevalensi kasus stunting di Indonesia kian menunjukkan penurunan sejak beberapa tahun belakangan.

Meskipun demikian, penurunan angka stunting tersebut masih jauh dari target Nasional yakni sebesar 14 persen pada tahun 2024.

Perlu diketahui, stunting menjadi masalah genting sebab memiliki dampak jangka panjang yang berkontribusi pada produktivitas ekonomi dan pertumbuhan negara.

Padahal salah satu pencegahannya dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Peningkatan Produksi Jagung Nasional, Melalui Intensifikasi dan Ekstensifikasi

Namun, sayangnya total konsumsi protein hewani di Indonesia masih tergolong rendah.

Berdasarkan data Food and Agriculture (FAO) pada tahun 2017, total konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia hanya sebesar delapan persen.

Angka tersebut berbeda secara signifikan dibandingkan negara Asia lainnya, seperti Malaysia dan Thailand yang tingkat konsumsi protein hewaninya masing- masing mencapai 30 persen dan 24 persen.

Hal itu terungkap, dalam edukasi media yang digelar Japfa untuk media, Kamis 3 Agustus 2022, secara daring dan tatap muka.

Baca Juga: Baca Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Aries, Aquarius, Cancer, Capricorn, Gemini, Leo, Kamis 4 Agustus 2022

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X