Waspada Mutasi Virus Monkeypox, Strain Baru Cacar Monyet Menular Lebih Cepat

- Jumat, 29 Juli 2022 | 13:24 WIB
Ilustrasi Monkeypox atau cacar monyet. (Gerd Altmann dari Pixabay )
Ilustrasi Monkeypox atau cacar monyet. (Gerd Altmann dari Pixabay )

SEMARANG, suaramerdeka.com - Virus Monkeypox atau cacar monyet disebut telah bermutasi dengan sangat cepat.

Penelitian di Amerika Serikat, di tahun 2022 rata-rata ditemukan 50 mutasi strain baru Monkeypox dibanding tahun 2018-2019.

Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dokter Robert Sinto, menyampaikan, mutasi ini bisa terlihat dari perbedaan karakteristik Monkeypox di negara endemis dan non endemis.

Negara endemis Monkeypox ini ada di Republik Afrika Tengah, Benin, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Ghana (hanya diidentifikasi pada hewan) dan Pantai Gading.

Baca Juga: Kebutuhan Industri Jadi Peluang Karir Menjanjikan Kuliah di Teknologi Pangan

Selain itu juga negara Liberia, Nigeria, Republik Kongo dan Sierra Leone.

"Itu kenapa muncul hipotesis mengapa tampilan klinisnya agak berbeda dengan tampilan klinis yang kita temukan di Afrika dalam beberapa bulan terakhir,'' kata dr. Robert Sinto saat Update Perkembangan Cacar Monyet di Indonesia secara virtual dengan Kemenkes.

Lebih lanjut dijelaskan, sebelumnya gejala Monkeypox di negara endemis terlihat dari lesi kulit yang menyebar di seluruh tubuh.

Namun setelah adanya mutasi, lesi kulit hanya terlihat di beberapa bagian tubuh saja seperti mulut, telapak tangan, muka, dan kaki.

Baca Juga: Ajib Bener! 5 Zodiak Ini Punya Tangan Emas, Mudah Dapat Uang, Siap-siap Kaya Raya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X