AstraZeneca dan Sinopharm, Ini Beda Kandungan dan Efek Sampingnya

Red
- Kamis, 17 Juni 2021 | 20:02 WIB
Vaksin AstraZeneca. (suaramerdeka.com / dok)
Vaksin AstraZeneca. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Vaksinasi secara umum bekerja dengan informasi sebagai partikel virus yang tidak aktif untuk mengenali dan menghancurkan virus aktif pada sistem kekebalan tubuh.

Vaksin AstraZeneca, dilansir dari Healthline, mengandalkan adenovirus simpanse untuk membawa protein lonjakan dari virus corona ke dalam tubuh guna menciptakan respons kekebalan.

Universitas Oxford bersama AstraZeneca menjalin kerja sama untuk memproduksi vaksin rekombinan yang terbuat dari adenovirus simpanse yang dimodifikasi.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Kesiapan Destinasi dan Infrastruktur Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Parekraf

Vaksin AstraZeneca menarik lebih banyak perhatian lantaran ditemukannya sejumlah penerima vaksin ini mengalami pembekuan darah setelah vaksinasi.

Efek samping lain dari vaksin AstraZeneca yang jarang terjadi, termasuk kasus:

  1. Peradangan di sekitar sumsum tulang belakang
  2. Anemia hemolitik
  3. Demam tinggi
  4. Efek samping yang lebih umum, termasuk:
  5. Nyeri tempat suntikan
  6. Kelembutan ringan
  7. Kelelahan
  8. Sakit kepala
  9. Sakit otot
  10. Kedinginan
  11. Demam

Menurut data percobaan, sebagian besar reaksi ini ringan dan diselesaikan dalam waktu sekitar satu hari setelah vaksinasi.

Baca Juga: Kunjungi Asrama BPSDMD Jateng, Ganjar Usulkan Relawan Covid-19 dari Mahasiswa Tingkat Akhir

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Vaksin Sinopharm berasal dari virus tidak aktif yang menggunakan bentuk virus penyakit yang dilemahkan guna merangsang respons kekebalan tubuh.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Krisdayanti; Minuman Berserat Adalah Kunci

Senin, 2 Agustus 2021 | 20:17 WIB

Pakar: Makan di Luar Lebih Berisiko Tertular Covid-19

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:38 WIB
X