Mental Emotional Disorder Ancaman Serius Generasi Muda Indonesia

- Kamis, 30 Juni 2022 | 11:12 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo. (suaramerdeka.com / Amelia Hapsari)
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo. (suaramerdeka.com / Amelia Hapsari)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo menyebutkan ada tiga ancaman utama terhadap generasi muda Indonesia.

Ketiga ancaman tersebut adalah stunting, mental emotional disorder, serta difabilitas dan narkotika.

"Ketiga hal ini yang menjadi ancaman untuk mencapai generasi muda Indonesia yang unggul," kata Hasto dalam sambutan peringatan ke-29 Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi DIY, Rabu 29 Juni 2022.

Baca Juga: PPDB Jateng 2022 Jenjang SMA SMK: Calon Siswa Bisa Memilih Sekolah Tujuan hingga 1 Juli 2022

Menurut Hasto, berdasarkan riset kesehatan dasar, mental emotional disorder atau gangguan emosi mental di kalangan remaja dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

“Jika sebelumnya angka remaja yang mengalami mental emotional disorder sebanyak 6,1 persen maka tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 9,8 persen. Ini cukup serius untuk menjadi perhatian kita semua, bagaimana mencapai generasi muda yang unggul untuk masa depan Indonesia,” jelas Hasto.

Selanjutnya Hasto menyebutkan, perilaku remaja-remaja yang brutal dan mudah terpancing untuk bertindak kriminal, juga akibat dari mental emotional disorder.

Baca Juga: Reza Rahadian Berkunjung ke Semarang, Ada Apa Ya?

"Mohon maaf ini, perilaku klitih di kalangan remaja di Yogyakarta, kemungkinan indikasinya dari mental emotional disorder. Meskipun ini angka peningkatan secara nasional," ujar Hasto.

Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan gangguan emosi mental adalah gangguan keseimbangan pribadi secara klinis, gangguan pengaturan emosi dan perilaku.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X