Waspada Kondisi Kriptorkismus pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

- Jumat, 24 Juni 2022 | 11:12 WIB
Ilustrasi gejala Kriptokismus pada bayi yang baru lahir. (Pexels/Rene Asmussen)
Ilustrasi gejala Kriptokismus pada bayi yang baru lahir. (Pexels/Rene Asmussen)

Suaramerdeka.com - Testis tidak turun atau undescended testis adalah kondisi umum yang kerap terjadi pada bayi laki-laki yang baru lahir.

Kondisi ini juga disebut dengan Kriptorkismus, atau kondisi bayi laki-laki lahir tanpa salah satu atau kedua testis (buah zakar) di kantung skrotum.

Pasalnya, diperkirakan sekitar 1 dari 25 bayi laki-laki lahir dengan kondisi Kriptorkismus.

Biasanya, Kriptorkismus lebih berisiko terjadi pada bayi yang lahir prematur.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 24 Juni 2022: Tegas! Andin Tolak Permintaan Elsa soal Hak Asuh Reyna

Dikutip dari berbagai sumber, terdapat sejumlah kondisi pada bayi dan ibu hamil yang dinilai meningkatkan risiko terjadinya Kriptorkismus, yaitu:

1. Lahir prematur, yaitu kelahiran terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.

2. Lahir dengan berat badan rendah.

3. Riwayat kriptokismus dan ganggguan perkembangan kelamin di dalam keluarga.

4. Paparan bahan kimia, seperti pestisida, dietilstilebestrol, phthalets, atau dioxin selama kehamilan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X