Menolong Orang yang Terkena Serangan Jantung, Penting Perhatikan Ini

Red
- Selasa, 15 Juni 2021 | 17:21 WIB
Sejumlah petugas medis tengah melakukan upaya penyelamatan terhadap korban serangan jantung dalam kegiatan simulasi code red dan code blue di RSPAU Dr S Hardjolukito Yogyakarta, Selasa (26/11). (suaramerdeka.com/Gading Persada)
Sejumlah petugas medis tengah melakukan upaya penyelamatan terhadap korban serangan jantung dalam kegiatan simulasi code red dan code blue di RSPAU Dr S Hardjolukito Yogyakarta, Selasa (26/11). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

Posisi itu membuat otak dan jantung dalam posisi sejajar. “Kalau perlu malah kakinya diangkat 30 sentimeter agar dapat membantu aliran balik sirkulasi darah ke jantung, lalu dipompa ke seluruh tubuh, termasuk otak,” katanya. Cara ini juga membantu orang yang pingsa menjadi cepat sadar penuh.

Kedua, jangan memberikan minum hingga benar-benar sadar dan dapat melakukannya sendiri. Hal ini untuk menghindari korban tersedak dan memicu semakin berat kondisinya. Air bisa masuk ke saluran napas kalau korban tidak sadar dan menelan spontan.

Vito mengatakan, saat korban pingsan atau hilang kesadaran mendadak, seseorang harus membangunkannya walau tidak bisa sadar penuh.

“Kalau (pasien) henti jantung tidak merespon, napas spontan tidak ada, atau mungkin mengorok, dan denyut pun tidak teraba, maka segera lakukan CPR,” ujarnya.

Baca Juga: Market Share Naik jadi 6,51 Persen, Perbankan Syariah Masih Hadapi Sejumlah Tantangan

CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP ( resusitasi jantung paru) yang dapat dilakukan seorang bukan profesional kesehatan, adalah pijat jantung.

Melansir dari Alodokter, cara melakukan pijat jantung adalah sebagai berikut:

1. Letakkan korban henti jantung di permukaan yang rata dan keras. Kemudian, posisikan diri Anda berlutut di samping leher dan badan korban.
2. Letakkans atu telapak tangan Anda di bagian tengah dada korban. Lalu, kaitkan satu tangan Anda lainnya di punggung tangan yang berada di dada pasien.
3. Pijat atau tekan jantung dengan cepat dan keras. Idealnya adalah 100 sampai 120 kali per menit dengan kecepatan satu sampai dua tekanan per detik.
4. Saat memijat, gunakan kekuatan tubuh bagian atas. Tekan dari bahu dan berat badan, bukan siku. Siku tangan penolong harus tegak lurus, sedangkan badan pundak bergerak naik-turun.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Alo Dokter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia Manfaat Buah Pisang bagi Kesehatan

Minggu, 26 September 2021 | 21:27 WIB

Manfaat Ampas Kopi untuk Kecantikan Kulit

Minggu, 26 September 2021 | 18:28 WIB

Ini Manfaat Buah Lemon yang Perlu Diketahui

Sabtu, 25 September 2021 | 22:49 WIB

Ini Manfaat Konsumsi Buah Nanas

Sabtu, 25 September 2021 | 09:54 WIB

Dokter Tirta: Minum Kopi Beri Impact Positif bagi Tubuh

Kamis, 23 September 2021 | 23:47 WIB

Tips Menjaga Kesehatan Mata dari Paparan Sinar Gadget

Kamis, 23 September 2021 | 23:09 WIB

Ini Dia Manfaat Kunyit bagi Kesehatan

Kamis, 23 September 2021 | 22:53 WIB

PAP Smear, Metode Membantu Deteksi Kanker Serviks

Rabu, 22 September 2021 | 07:12 WIB

Anak-anak Juga Bisa Terserang Kanker, Kenali Jenisnya

Selasa, 21 September 2021 | 22:57 WIB
X