Cegah Risiko Penyakit Jantung, Olah Raga Bulu Tangkis Sebaiknya Dihindari

Red
- Selasa, 15 Juni 2021 | 14:47 WIB
Markis Kido(PBSI/dok)
Markis Kido(PBSI/dok)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Legenda Bulu Tangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia Senin (14/6), dalam usia 36 tahun. Kido meninggal karena serangan jantung.

Sebelum meninggal, Kido diketahui sedang bermain bulu tangkis di Gelanggang Olahraga (GOR) Petrolin, Tangerang, Banten.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, angka kejadian penyakit jantung semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Setidaknya, 15 dari seribu orang atau sekitar 2,8 juta orang Indonesia mengidap penyakit jantung. Prevalensi penyakit jantung Indonesia sebesar 1,5%.

Penyakit jantung dapat menyerang semua kelompok usia. Pada 2018, angka tertinggi dialami usia 75 tahun ke atas sebesar 4,7%. Disusul dengan kelompok usia 65 sampai 74 tahun dengan 4,6%. Penyakit ini juga dapat terjadi pada kelompok usia 45 hingga 54 tahun dengan prevalensi 2,4%.

Baca Juga: Anji Ditetapkan Jadi Tersangka, Penyalahgunaan Narkoba Jenis Ganja

Dokter Tania Savitri, seperti dikutip dari Hallo Sehat, menyebut berbagai penyebab serangan jantung dapat terjadi pada kelompok usia muda. Di antaranya, penyakit Kawasaki yang melibatkan peradangan pembuluh darah. Lalu, penyakit arteri koroner (CAD) yang biasanya dialami pria.

Selain itu, serangan jantung juga diakibatkan oleh hypertrophic cardiomyopathy. Ini penyebab umum dari serangan jantung di usia muda, termasuk juga para atlet muda. Penyakit ini biasanya terjadi karena faktor keturunan.

Di awali oleh membesarnya sel-sel otot jantung. Pembesaran ini menyebabkan dinding pompa jantung menebal, sehingga memblokir aliran darah. Gangguan ini seringkali lolos dari deteksi dini.

Baca Juga: Kampung Tangguh Narkoba, DPR: Kami Apresiasi Ide Cerdas Kapolri

Sementara, Dokter Atika, dikutip dari Klik Dokter, mengatakan, upaya pencegahan adalah cara terbaik agar terhindar dari penyakit jantung. Penyebab penyakit ini erat berkaitan erat dengan gaya hidup. Gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko serangan jantung.

Berdasarkan situs American Heart Association, ada beberapa cara mencegah risiko penyakit jantung. Di antaranya dengan berhenti merokok dan jaga pola makan. Hindari makan berlemak dan tinggi garam.

Selain itu, olahraga yang cukup juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Namun, aktivitas fisik ini tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Terutama, bagi orang yang sudah mengidap penyakit jantung.

Baca Juga: Kripto Bukan Alat Pembayaran Sah, BI Larang Pengunaannya di Lembaga Keuangan

“Salah memilih jenis olahraga atau latihannya terlalu berat, bisa memicu kekambuhan penyakit jantung.” tulis Atika, pada Oktober 2020 lalu.

Jenis olahraga yang dilarang untuk pengidap penyakit jantung salah satunya adalah bulu tangkis. Gerakan-gerakan yang mendadak sering tercipta di tengah permainan bulu tangkis.

Akibatnya, jantung bekerja dengan berat. Pemompaan darah yang dilakukan dari jantung seluruh tubuh menjadi bertambah. Tak hanya bulu tangkis, jenis olahraga basket, tenis dan sepak bola juga sebaiknya dihindari oleh pengidap penyakit jantung.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara, Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia Manfaat Buah Pisang bagi Kesehatan

Minggu, 26 September 2021 | 21:27 WIB

Manfaat Ampas Kopi untuk Kecantikan Kulit

Minggu, 26 September 2021 | 18:28 WIB

Ini Manfaat Buah Lemon yang Perlu Diketahui

Sabtu, 25 September 2021 | 22:49 WIB

Ini Manfaat Konsumsi Buah Nanas

Sabtu, 25 September 2021 | 09:54 WIB

Dokter Tirta: Minum Kopi Beri Impact Positif bagi Tubuh

Kamis, 23 September 2021 | 23:47 WIB

Tips Menjaga Kesehatan Mata dari Paparan Sinar Gadget

Kamis, 23 September 2021 | 23:09 WIB

Ini Dia Manfaat Kunyit bagi Kesehatan

Kamis, 23 September 2021 | 22:53 WIB

PAP Smear, Metode Membantu Deteksi Kanker Serviks

Rabu, 22 September 2021 | 07:12 WIB

Anak-anak Juga Bisa Terserang Kanker, Kenali Jenisnya

Selasa, 21 September 2021 | 22:57 WIB
X