Perlu Strategi Khusus untuk Menurunkan Angka Stunting

- Selasa, 15 Juni 2021 | 11:35 WIB
Yuni Hastutiningsih memberi poster langkah-langkah pencegahan stunting.(Foto: ist) (Agung PW)
Yuni Hastutiningsih memberi poster langkah-langkah pencegahan stunting.(Foto: ist) (Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tingginya stunting akibat pandemi Covid-19 membuat prihatin banyak pihak.

Karena itu perlu strategi khusus untuk mengatasinya dan harus melibatkan banyak pihak, tidak hanya pemerintah.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting BKKBN Perwakilan DIY, Dr Yuni Hastutiningsih mengungkapkan salah satu strategi yakni menggandeng mitra swasta yang peduli dengan masa depan generasi Indonesia.

Baca Juga: Waspadai Minuman Kemasan yang Dapat Merusak Ginjal

Selain itu, membangkitkan kearifan lokal yang sudah lama hidup dalam struktur sosial masyarakat.

''Kami melakukan proyek percontohan, membantu 18 keluarga tidak mampu di Dusun Bekelan, Bantul. Para ibu hamil mendapat pedampingan hingga usia bayi 1.000 hari. Kecuali pendampingan, ada bantuan dalam bentuk asupan makanan, minuman yang bergizi agar anak tidak stunting,'' tutur Yuni, kemarin.

Pihaknya menggandeng Rotary Club Mataram yang memberi bantuan dalam proses pencegahan stunting. Ada upaya promotif yakni melakukan kampanye dan sosialisasi serta mengajak para remaja untuk peduli stunting. Mereka juga melakukan upaya preventif, mendampingi ibu hamil dan memberi bantuan.

Baca Juga: Sering Konsumsi Ikan dan Nabati Mampu Meminimalisasi Potensi Covid-19

Kearifan Lokal

Yuni menjelaskan lebih lanjut, timnya yang bekerja sama dengan mitra menggelar Great Babies Program juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Mereka berusaha supaya bayi-bayi yang lahir dalam situasi pandemi bisa tumbuh dan berkembang baik secara normal.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Krisdayanti; Minuman Berserat Adalah Kunci

Senin, 2 Agustus 2021 | 20:17 WIB

Pakar: Makan di Luar Lebih Berisiko Tertular Covid-19

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:38 WIB
X