21,9 Juta Keluarga Beresiko Stunting, Perlu Kolaborasi untuk Akselerasi Penanggulangan

- Minggu, 29 Mei 2022 | 15:19 WIB
Ilustrasi: kasus stunting. (Dok. p2ptm.kemkes.go.id)
Ilustrasi: kasus stunting. (Dok. p2ptm.kemkes.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Untuk mengakselerasi upaya pencegahan dan menanggulangi kasus stunting di tanah air perlu kolaborasi antara para pemangku kepentingan. 

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo dalam satu kesempatan mengungkapkan sebanyak 21,9 juta keluarga di Indonesia teridentifikasi sebagai keluarga berisiko stunting

Karena itu, BKKBN terus berupaya menurunkan angka stunting lewat pelayanan Keluarga Berencana (KB) di setiap daerah. 

Baca Juga: 3 Zodiak Paling Beruntung Soal Asmara dan Percintaan Minggu 29 Mei 2022, Capricorn Pancarkan Pesonamu

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan mengakselerasi langkah penanggulangan stunting lewat berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup setiap keluarga merupakan langkah yang strategis. 

"Untuk menanggulangi dengan segera kasus-kasus stunting di tanah air memang membutuhkan kerja sama semua pihak

dalam meningkatkan kualitas hidup setiap keluarga di Indonesia," kata dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 29 Mei 2022. 

Baca Juga: Link Nonton KKN di Desa Penari Gratis dan Legal Bukan LK21, Lengkap dengan Kilas Balik Film

Upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga, jelas Lestari tidak hanya sekadar memberi pengetahuan tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga.

Namun lebih dari itu bagaimana cara agar keluarga itu dapat memenuhi kecukupan gizi bagi anggota keluarganya menjadi penting.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X