5.100 Puskesmas Kekurangan Tenaga Kesehatan, 560 di Antaranya Tanpa Dokter

- Jumat, 27 Mei 2022 | 09:48 WIB
Ilustrasi untuk tenaga kesehatan (dok dari pngegg.com)
Ilustrasi untuk tenaga kesehatan (dok dari pngegg.com)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Tenaga Kesehatan Kemenkes RI drg Arianti Anaya MKM menegaskan, permasalahan tenaga kesehatan di Indonesia masih dihadapkan pada jumlah, pendistribusian, dan mutu.

Soal tenaga kesehatan diungkapkannya, saat menghadiri Wisuda Ke-107 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang, di Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu 25 Mei 2022.

"Lebih dari 50 persen Puskesmas di Indonesia, khususnya di wilayah tengah dan timur masih belum sesuai standar. Dari sekitar 10.000 puskesmas ada 5.100 yang sangat membutuhkan tenaga kesehatan. Bahkan, ada 560 di antaranya tidak memiliki dokter,’’ paparnya, 

Secara keseluruhan hingga saat ini Poltekkes Kemenkes Semarang telah melepas 35.786 lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang 27 Mei 2022: Berawan Sepanjang Hari

Lebih lanjut Arianti mengatakan, Poltekkes merupakan lembaga pendidikan tenaga kesehatan yang bisa diandalkan untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut.

"Dari sembilan jenis tenaga kesehatan yang kami butuhkan, tujuh di antaranya dihasilkan oleh Poltekkes, karena itu kami sangat berharap akan semakin banyak lulusan yang bisa mengisi kekurangan tenaga kesehatan, khususnya di puskesmas yang ada di daerah-daerah terpencil.’’

Dalam acara wisuda tersebut, Bupati Blora Arief Rohman SIP Msi berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah ‘’Menuju Blora Zero New Stunting’’.

Dalam paparannya, Bupati mengatakan, Blora merupakan salah satu kabupaten lokus stunting di Jawa Tengah.

Baca Juga: Weton Hari Ini 27 Mei 2022: Jumat Pon, Berikut Penjabaran Primbon Jawa soal Rahasianya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X