Endometriosis Mereda Usai Menopouse, Begini Cara Mengatasi Nyeri Hebatnya

Red
- Senin, 14 Juni 2021 | 17:48 WIB
Nyeri haid/Foto klikdokter.com
Nyeri haid/Foto klikdokter.com

JAKARTA, suaramerdeka.com - Endometriosis pada wanita yang sudah menopause (mati haid) akan mereda atau menghilang. Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Andon Hestiantoro.

Wanita usia produktif pada umumnya mengalami keluhan ini saat hormon sedang banyak-banyaknya. Pada anak-anak, endometriosis biasanya belum bergejala karena belum memasuki pubertas, di mana hormon estrogen belum meningkat.

"Pada wanita menopause, hormon estrogen sudah lebih rendah. Kemungkinan beberapa endometriosis akan mereda atau menghilang setelah menopause," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan, Senin, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Ledakan Kasus Covid-19 Jadi Pelajaran untuk Perbaiki Sistem Pengendalian

Gejala nyeri hebat saat haid pada bagian perut dan infertilitas yang dialami sebenarnya bisa diobati yakni menggunakan obat yang tidak menekan hormon estrogen rendah seperti pada kondisi menopause (di bawah 30 pg/ml) atau malah membiarkan tinggi (di atas 50 pg/ml).

Hormon estrogen perlu dipertahankan dalam kadar seimbang. Apabila sangat rendah bisa menyebabkan tulang keropos, sementara bila terlalu tinggi bisa memicu endometriosis tumbuh dan kambuh.

Prosedur bedah sebenarnya juga termasuk dalam pengobatan penyakit ini, namun sifatnya sebatas bila kondisi endometriosis mengganggu organ lain seperti usus, ginjal, kandung kemih, menyulitkan saat buang air dan senggama hebat.

Baca Juga: Kapolri Instruksikan Seluruh Kapolda Bentuk Kampung Tangguh Narkoba

"Atau diobati tidak sembuh-sembuh, boleh dioperasi. Tetapi kalau bisa menggunakan medikamentosa, maka kita bisa mencegah endometriosis dioperasi berulang-ulang," tutur Andon.

Operasi berulang justru memicu kekambuhan endometriosis sekitar 30-50 persen. Dalam setahun, risiko kambuh bisa 30 persen dan meningkat menjadi 50 persen dalam dua tahun sehingga harus dioperasi lagi.

Di sisi lain, beberapa studi menunjukkan, operasi pada endometriosis memiliki risiko terhadap cadangan ovarium. Studi Exacoustos dkk (2004) memperlihatkan, eksisi endometrioma terbukti mengurangi volume ovarium.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pandemi Covid-19 Perparah Resiko Penyakit Kardiovaskular

Selasa, 28 September 2021 | 18:48 WIB

10 Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan

Selasa, 28 September 2021 | 16:41 WIB

Tips Merawat Kulit dengan Bahan Alami

Senin, 27 September 2021 | 23:00 WIB

Cara Menstabilkan Nafsu Makan yang Menggila

Senin, 27 September 2021 | 22:25 WIB

Ini Dia Manfaat Buah Pisang bagi Kesehatan

Minggu, 26 September 2021 | 21:27 WIB

Manfaat Ampas Kopi untuk Kecantikan Kulit

Minggu, 26 September 2021 | 18:28 WIB

Ini Manfaat Buah Lemon yang Perlu Diketahui

Sabtu, 25 September 2021 | 22:49 WIB

Ini Manfaat Konsumsi Buah Nanas

Sabtu, 25 September 2021 | 09:54 WIB
X