Perketat Prokes, Varian Delta Terdeteksi di Kabupaten Kudus Bisa Pengaruhi Respon Sistem Imun

- Senin, 14 Juni 2021 | 15:55 WIB
kasus covid-19. (pikiran-rakyat) (Cun Cahya)
kasus covid-19. (pikiran-rakyat) (Cun Cahya)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Keberadaan Covid-19 varian B. 1617.2 atau delta telah terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Hal tersebut terlihat dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM yang keluar pada 11 Juni lalu.

Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr Gunadi SpBA PhD menjelaskan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 di antaranya terkonfirmasi sebagai varian delta. Kasus yang terjadi di Kudus menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta.

Baca Juga: Sembako di Pasar Tradisional Tak Kena PPN, Ditjen Pajak: Pengecualian Barang Kebutuhan Premium

''Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus dan tidak menuntup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus,'' ungkap Gunadi, kemarin.

Berdampak Besar

Gunadi mengatakan varian delta telah ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) pada tanggal 31 Mei 2021 karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Varian ini dimasukan dalam kategori VoC karena memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan yakni daya transmisi, tingkat keparahan pasien, dan mempengaruhi sistem imun manusia.

Baca Juga: Anji Positif Konsumsi Ganja, Hasil Urine Terkandung THC

Varian delta telah terbukti menimbulkan dua dampak yaitu lebih cepat menular dan mampu mempengaruhi respons sistem imun manusia. Transmisi yang begitu cepat telah terlihat pada kasus di India dan Kudus.

Varian delta menurutnya bisa menurunkan respon sistem imun terhadap infeksi Covid-19, respon imun yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah maupun vaksin.

''Dampak yang ditimbulkan varian delta cukup serius, masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal tersebut berlaku bagi seluruh masyarakat termasuk yang telah melakukan vaksinasi. Re-infeksi Covid-19 masih bisa terjadi setelah divaksin. Prokes harus diperketat meskipun sudah vaksin,'' tandasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tujuh Obat Alami Ini Ampuh Atasi Sariawan

Minggu, 5 Desember 2021 | 23:24 WIB

Ini Dia Manfaat Buah Nangka bagi Kesehatan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 23:24 WIB
X