Jejak Wayang Kulit dalam Dakwah Islam di Bumi Nusantara Indonesia

- Rabu, 2 Maret 2022 | 15:21 WIB
Pementasan Wayang Kulit (Dok. Suaramerdeka.com)
Pementasan Wayang Kulit (Dok. Suaramerdeka.com)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wayang kulit merupakan peninggalan sejarah kuno yang tak ternilai harganya.

Aneka macam wujud wayang kulit merupakan bukti nyata, dari wayang purwa hingga beber.

Wayang menjadi acuan dan lambang kemajuan peradaban.

Cerita, bahasa hingga situasi kisah wayang kerap dianggap sumber kearifan lintas zaman. Eksis sedari masa Hindu, Buddha, serta Islam.

Bahkan wayang digunakan menjadi media dakwah yang punya andil besar dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Baca Juga: Soal Dugaan Minta Uang Donasi Gala Sky, Doddy Sudrajat Ditantang Uya Kuya: Rp1 M Daddy Kasih

Tak seorang pun mampu menjelaskan detail terkait kapan pastinya wayang kulit masuk Nusantara.

Ada yang menyebut wayang kulit telah masuk sejak masa kejayaan Hindu-Buddha. Ada pula yang mengungkap wayang sejatinya telah hadir jauh hari sebelum masuknya Hindu-Buddha atau pengaruh budaya India.

Spekulasi itu diungkap oleh ilmuwan belanda, Jan Laurens Andries Brandes (1857-1905). Dalam pandangannya, wayang termasuk dalam sepuluh unsur kebudayaan asli atau local genius Nusantara sebelum masuknya pengaruh budaya India.

Wayang lalu disandingkan dengan local genius lainnya. Beberapa di antaranya adalah gamelan, ilmu irama sajak, batik, pengerjaan logam, sistem mata uang sendiri, teknologi pelayaran, astronomi, persawahan, dan birokrasi pemerintahan yang teratur.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Intip 5 Manfaat Baca Manga yang Jarang Diketahui

Rabu, 7 Desember 2022 | 06:00 WIB

4 Makanan Ini Bisa Perkuat Daya Tahan Tubuh! Apa Saja?

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:08 WIB
X