Target Penurunan Stunting Harus Ditangani dengan Kerja Sama dan Kerja Keras

- Jumat, 28 Januari 2022 | 06:15 WIB
Stunting pada anak. (suaramerdeka.com / dok)
Stunting pada anak. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Seiring dengan perayaan Hari Gizi Nasional 2022, Danone
Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi dalam webinar yang berjudul “Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan”.

Topik ini diangkat untuk berdiskusi mengenai bagaimana pemerintah, masyarakat dan termasuk perusahaan untuk dapat mencapai target penurunan stunting di Indonesia.

Diskusi cegah stunting diselenggarakan secara daring pada hari Rabu, 26 Januari 2022 pukul 14.00 di Jakarta, diikuti peserta dari berbagai kalangan.

Selaku narasumber, Dr. Dhian P. Dipo selaku MA Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, menyampaikan bahwa target penurunan stunting ini harus ditangani dengan kerja sama, kerja keras dan kerja nyata agar tercapai.

Baca Juga: Indonesia Kalahkan Timor Leste, Shin Tae-yong: Penampilan Tim Tidak Memuaskan

“Ada 2 hal intervensi dalam penurunan angka stunting, yaitu intervensi spesifik dan sensitif, dan kementerian kesehatan memiliki tanggung jawab di intervensi spesifik. Yaitu dengan penguatan kapasitas SDM mulai dari tenaga kesehatan, guru hingga perangkat desa agar bisa melakukan tindak lanjut dengan tepat saat menemui kasus di lapangan”, ujar beliau.

dr H. Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN RI menyampaikan bahwa penurunan angka stunting dapat tangani dengan tepat dimulai dari data, yang kemudian diolah atau dituangkan dalam penyusunan strategi.

“Salah satu langkah dini yang bisa diambil adalah bekerjasama dengan kementerian agama dan jajarannya, untuk harus mengidentifikasi calon pasangan yang menikah dan mengadakan pemeriksaan 3 bulan sebelum pernikahan untuk pengecekan lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan HB. Mulai dari 4 pemeriksaan tersebut yang akan menjadi program wajib," ujar Hasto.

Dengan adanya narasumber terkait dan paparan yang diberikan, maka tidak akan terlepas dari manfaat dalam kegiatan kali ini bagi para ratusan audiens yang hadir.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Masih Rp 19 Ribu, Mahal Tapi Ga Perlu Antri, Eh Stoknya Habis

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X