Mengapa Kue Keranjang Selalu Tersaji Saat Perayaan Imlek? Begini Penjelasannya

- Kamis, 27 Januari 2022 | 12:25 WIB
Proses pembuatan kue keranjang di Semarang. (suaramerdeka.com / Cun Cahya)
Proses pembuatan kue keranjang di Semarang. (suaramerdeka.com / Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Saat perayaan Imlek pasti tidak bisa lepas dari sajian kue keranjang.

Terbuat dari bahan dasar tepung ketan dan gula, kue keranjang memiliki cita rasa yang cenderung manis dengan tekstur legit dan kenyal.

Namun di dalam kue keranjang itu ada banyak makna yang mengandung filosofi bagi masyarakat Tionghoa.

Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang tahun baru Imlek dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek.

Baca Juga: Sekda Jateng Bekali Mahasiswa KKN UPRIS, Ingatkan Risiko Bencana ke Masyarakat

Dikutip dari program studi sastra Cina Universitas Brawijaya, ada sebuah mitos yang beredar di kalangan masyarakat Tionghoa jika ternyata ada sebabnya mengapa kue keranjang selalu disajikan pada saat perayaan Imlek.

Konon kue keranjang merupakan bentuk sesembahan kepada Dewa Tungku (Cau Kun Kong). Agar Dewa Tungku memberikan laporan yang bagus-bagus, maka manusia membuat kue keranjang yang bercita rasa manis.

Hal ini dimaksudkan agar Dewa Tungku akan mengatakan atau melaporkan hal-hal yang manis kepada Raja Surga.

Namun ada mitologi lain yaitu berkenaan dengan sejarah perang Cina Kuno.

Baca Juga: Ingin Siaran Digital Jernih? Jangan Asal Pasang Kabel Antena TV ke Jack, Ini Caranya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resep Menu Idul Adha, Tongseng Kambing Spesial

Rabu, 15 Juni 2022 | 15:47 WIB
X