Obesitas dan Kebiasaan Merokok Dapat Picu Masalah Autoimun pada Wanita

- Selasa, 18 Januari 2022 | 09:12 WIB
Petugas sedang melakukan pemeriksaan ANA Immonofluoresens di laboratorium CITO. (suaramerdeka.com / dok CITO)
Petugas sedang melakukan pemeriksaan ANA Immonofluoresens di laboratorium CITO. (suaramerdeka.com / dok CITO)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Masalah kesehatan autoimun belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Namun beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit autoimun.

Seperti rata-rata perempuan, punya riwayat autoimun di keluarga, obesitas, atau berat badan yang over, kebiasaan merokok.

Kemudian, sering menggunakan obat yang memengaruhi kekebalan tubuh, seperti obat simvastatin atau antibiotic, terpapar bahan kimia atau cahaya matahari, infeksi bakteri atau virus, dan lainnya.

Baca Juga: Produksi Gabah Kering Kabupaten Semarang Surplus 81.920 Ton

Hal tersebut diungkapkan dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, Sp.PK, Direktur Utama Laboratorium Klinik CITO pada Acara Webinar Comprehensive Autoimun Management, bersama IDI Kota Semarang dan Perhimpunan Reumatologi Indonesia, belum lama ini.

"Tanda-tanda gejalanya meliputi cepat lelah, pegal otot, ruam kulit, demam ringan, rambut rontok, sulit konsentrasi, kesemutan tangan dan kaki. Bisa jadi itu gejala autoimun, sehingga perlu kewaspadaan tinggi," ungkapnya.

Perlu diketahui, autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri.

Bisa dibilang, autoimun semacam senjata makan tuan, karena sistem kekebalan di dalam tubuh itu diciptakan untuk menjaga dari serangan organisme asing, seperti virus dan bakteri.

Baca Juga: 18 Januari Masuk Weton Selasa Wage, Ini Rahasianya Menurut Primbon Jawa

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X