Psikolog Menanggapi Soal Fenomena Spirit Doll: Kemungkinan Pemilik Mempunyai Delusi

- Minggu, 9 Januari 2022 | 07:33 WIB
psikolog UI menanggapi tren spirit doll. (foto: Pexels)
psikolog UI menanggapi tren spirit doll. (foto: Pexels)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tren spirit doll hingga kini masih berlangsung.

Tren spirit doll ini bermula ketika sejumlah selebritis mengaku telah mengadopsi boneka bayi.

Sementara psikolog dari Universitas Indonesia, A Kasandra Putranto menanggapi fenomena spirit doll yang saat ini tengah menjadi tren.

Baca Juga: Siloam Hospitals Semarang Imbau Masyarakat Waspada Varian Omicron

Menurut A Kasandra Putranto, bahwa adalah wajar jika memperlakukan spirit doll hanya sebatas boneka.

Namun menjadi tidak wajar, lanjut A Kasandra Putranto, ketika memperlakukan spirit doll layaknya manusia.

"Jika seseorang memperlakukan spirit doll-nya sebagai anak atau teman sendiri, maka ada kemungkinan sang pemilik mempunyai gangguan mental atau delusi," kata Kasandra.

Baca Juga: Belajar dari Kinan 'Layangan Putus', Hadapi Stres dan Hipertensi di Masa Kehamilan

Dia menerangkan bahwa yang paling penting, sang pemilik tahu bahwa spirit doll yang dimainkannya adalah boneka dan tidak dapat menggantikan sosok anak maupun sosok manusia lainnya.

Ditambahkannya, bahwa spirit doll memiliki kekuatan di luar nalar, sehingga menjadi pertanda bahwa pemiliknya memiliki gangguan mental.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X