Apa Itu Penyakit Japanese Enchephalitis yang Menjangkit Warga Salatiga? Begini Penjelasannya

- Selasa, 28 Desember 2021 | 13:31 WIB
 Japanese Enchephalitis disebabkan oleh gigitan nyamuk. (foto: pixabay)
Japanese Enchephalitis disebabkan oleh gigitan nyamuk. (foto: pixabay)

suaramerdeka.com - Wali Kota Salatiga, Yuliyanto melaporkan salah satu warganya terjangkit penyakit Japanese Enchephalitis, Senin, 27 Desember 2021.

Yuliyanto mengatakan penyakit tersebut disebabkan karena gigitan nyamuk dan menyerang jaringan otak.

"Hasil laboratorium dari pasien berinisial AO tersebut positif Japanese Enchephalitis, yang menyerang jaringan otak. Orang awam biasa menyebut dengan radang otak," kata Yuliyanto.

Baca Juga: Begini Manfaat Mandi Air Hangat bagi Kesehatan, No 1 Sangat Penting

Ia melanjutkan, petugas Puskesmas Sidorejo Lor telah menanggapi temuan penyakit tersebut dan sudah melakukan penyelidikan epidemiologi pada 16 Desember 2021.

"Saat ini kondisi pasien sudah membaik, kesadaran masuk kategori compos mentis atau normal. Pasien dirawat di RSUD Salatiga, hasil pemeriksaan sudah keluar dan hasilnya positif," ujarnya.

Dilansir dari National Health Service (NHS) Inggris, penyakit Japanese Enchephalitis adalah infeksi otak akibat virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk.

Baca Juga: Daftar Minuman Penghangat Badan di Musim Hujan, Ada Wedang Uwuh

Penyakit ini biasanya ditemukan di daerah pedesaan di Asia Tenggara dan pulau-pulau yang berada di kawasan Pasifik dan Timur Jauh.

Virus penyebab penyakit Japanese Enchephalitis berada pada babi dan burung yang kemudian terbawa oleh nyamuk ketika mereka menghisap darah hewan yang terinfeksi.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PKFI Pastikan Pelayanan Klinik Sesuai Standar

Senin, 3 Oktober 2022 | 00:40 WIB
X