Kenali PAP Smear, Metode Membantu Deteksi Kanker Serviks

- Senin, 6 Desember 2021 | 07:14 WIB
kanker serviks. (foto: zonabanten.pikiran-rakyat.com)
kanker serviks. (foto: zonabanten.pikiran-rakyat.com)

suaramerdeka.com - Kanker serviks menjadi ketakutan bagi kaum wanita di seluruh dunia. Menurut data Kementerian Kesehatan, di Indonesia setidaknya sejumlah 15.000 wanita terkena kanker serviks setiap tahunnya sekitar 8000 kasus meninggal dunia.

Penyakit kanker serviks ini muncul karena infeksi Human Papillomavirus Virus (HPV) yang tidak disadari dan minimnya edukasi terkait pencegahan.

Menggunakan metode Inspeksi Visual dengan menggunakan Asam Asetat (IVA) atau metode Pap Smear adalah metode membantu deteksi kanker serviks.

Baca Juga: Tujuh Obat Alami Ini Ampuh Atasi Sariawan

Sebagai pengingat, PAP Smear hanya dilakukan pada wanita yang sudah melakukan hubungan seksual terutama usia 30-50 tahun.

Tujuannya untuk menemukan lesi prakanker dan perubahan sel leher rahim.

PAP Smear hanya bisa dikonsultasikan pada dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Baca Juga: Moderna Uji Coba Vaksin Booster untuk Hadapi Varian Omicron

Dilansir dari Instagram resmi Yayasan Kanker Indonesia (@yayasankankerid) PAP Smear dilakukan tiap 3 tahun sekali pada wanita umur 21 tahun ke atas, sementara wanita usia 30-65 dilakukan tiap 5 tahun sekali bila hasil tes normal.

Bagi wanita yang berisiko tinggi terkena kanker Rahim tidak dianjurkan melakukan pemeriksaan IVA dengan ciri-ciri:

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Olah Raga yang Tren Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:25 WIB

Ini Khasiat Buah Naga untuk Redakan Batuk dan Flu

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:29 WIB
X