Waspada! Varian Omicron, Virus Varian Baru Covid-19 Punya Sifat Penyebaran Cepat

- Minggu, 28 November 2021 | 22:06 WIB
Ilustrasi : Covid-19 (Pixabay).
Ilustrasi : Covid-19 (Pixabay).

SEMARANG, suaramerdeka.com - Varian Omicron adalah varian terbaru virus Corona yang dikabarkan sangat berbahaya.

Sialnya, varian Omicron ini telah muncul dan menyebar dengan cepat di berbagai negara di dunia.

Tentunya, seluruh masyarakat dunia harus bersiap dengan kewaspadaan yang tinggi untuk melawan varian Omicron.

Baca Juga: Moderasi Beragama, Nilai Kemanusiaan Dasar Membangun Komunikasi Lintas Agama

Dua orang profesor  ahli di Singapura yakni Profesor Teo Yik Ying, dan Profesor Hsu Li Yang pada, Sabtu 27 November 2021 menjelaskan tentang Omicron.

Kedua profesor mengonfirmasi bahwa Omicron memang benar-benar varian baru virus Corona.

"Saat ini masih terlalu dini untuk menentukan apakah prospeknya akan pesimis atau optimis," ucap Profesor Teo yang merupakan Dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock, di Universitas Nasional Singapura, dikutip dari enampagi.id

"Jika varian meningkatkan penularan, tetapi tidak meningkatkan risiko penyakit dan kematian di luar apa yang telah diamati pada Varian Delta, maka dampaknya tidak akan terlalu besar jika negara dapat memastikan penyerapan vaksinasi dan booster vaksin tinggi." lanjutnya.

Baca Juga: Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Kehormatan Banser, Ikuti Seluruh Ujian Diklatsar

Hal lainnya yang perlu dipantau adalah seberapa cepat varian baru ini menyebar, dan apakah mereka yang terinfeksi akan menderita bentuk Covid-19 yang lebih parah.

Profesor Teo mengungkapkan pula, jika ada bukti yang jelas bahwa Omicron meningkatkan resiko penyakit dan kematian bahkan untuk orang-orang yang sudah divaksin, maka negara perlu meninjau ulang relevansi strategi endemik Covid-19.

Sementara, Profesor Hsu Li yang juga Wakil Dekan Kesehatan Global dan Pemimpin Program Penyakit Menular di Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock, menjelaskan skenario terburuk pada varian ini.

Ia menjelaskan jika varian baru ini ternyata lebih menular daripada varian Delta, maka bisa jadi varian ini bisa menghindar dari imun tubuh yang terbentuk pasca vaksinasi maupun pasca terjangkit Covid-19.

Jika hal itu terjadi, maka Singapura khususnya, harus meninggalkan cara lama pengobatan Covid-19 sebagai penyakit endemik, sampai vaksin baru tersedia.

Baca Juga: 9 Artis Wanita Indonesia yang Pilih Menikah Diam-diam, Velove Vexia Termasuk? 

"Tapi saya pikir skenario ini sangat tidak mungkin, mengingat itu bukan virus yang sama sekali baru," lanjut Profesor Hsu.

Rupanya, Omicron merupakan varian baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Gauteng, sebuah provinsi di Afrika Selatan, pada Kamis, 25 November 2021 atau bisa dibilang baru beberapa hari yang lalu.

Kemudian pada Jumat, 26 November 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung menetapkan bahwa Omicron adalah varian baru virus corona yang mengkhawatirkan (Variant of Concern).

Baca Juga: Umat Muslim Wajib Tahu, 4 Hikmah Rahasia Gerakan Sujud dalam Sholat

Hal itu didasari dari banyaknya mutasi yang terdeteksi pada mahkota proteinnya, yang dapat menyebabkan peningkatan resiko infeksi ulang, dan juga efek negatif lainnya bagi manusia yang terjangkit.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Olah Raga yang Tren Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:25 WIB

Ini Khasiat Buah Naga untuk Redakan Batuk dan Flu

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:29 WIB
X