Pekan Peduli Antimikroba Sedunia; Cegah Resistensi, Antibiotik Tak Boleh Dikonsumsi Sembarangan

- Minggu, 21 November 2021 | 22:02 WIB
peserta dari PINTAR mengkampanyekan bahaya resistensi antimikroba akibat konsumsi antibiotik yang berlebihan, di depan kantor BI di Jalan Imam Bardjo, Pleburan, Minggu (21/11). (SM/Muhammad Arif Prayoga)
peserta dari PINTAR mengkampanyekan bahaya resistensi antimikroba akibat konsumsi antibiotik yang berlebihan, di depan kantor BI di Jalan Imam Bardjo, Pleburan, Minggu (21/11). (SM/Muhammad Arif Prayoga)

Untuk nantinya diharapkan dapat mengambil langkah tepat dalam melindungi Indonesia dari ancaman resistensi antimikroba,'' kata dia.

Selama ini, masih banyak ditemukan penggunaan antibiotik tanpa resep di masyarakat. Padahal, sejumlah antibiotik tergolong pada daftar obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Baca Juga: Menyongsong Satu Abad, Lakpesdam NU Gaspol Berdayakan Kader

Untuk itu, tenaga kefarmasian, baik apoteker maupun tenaga teknis kefarmasian, dalam hal ini tentunya harus memiliki peranan penting dalam pengendalian resistensi antimikroba di masyarakat.

''Jadi memang ada jenis-jenis antibiotik yang tergolong tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan karena berbahaya. Misalnya saja penggunaan yang paling banyak di masyarakat yaitu Amoxicillin, khususnya pada kasus penyakit batuk dan pilek.

Padahal, mayoritas penyakit tersebut sebenarnya tidak memerlukan antibiotik untuk dapat sembuh,'' ungkap Ihsanti Dwi Rahayu.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Olah Raga yang Tren Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:25 WIB

Ini Khasiat Buah Naga untuk Redakan Batuk dan Flu

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:29 WIB
X