Tangani Covid-19, Gubernur Jangan Seperti Rambo

- Kamis, 10 Juni 2021 | 12:05 WIB
Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Deny Septiviant. (PKB) (Redaksi)
Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Deny Septiviant. (PKB) (Redaksi)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Vaksinasi yang digelar di kompleks kantor gubernur Jawa Tengah, Gedung Gradhika, Rabu, 9 Juni 2021 memicu kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan.

Ribuan masyarakat mengantre tak teratur, sehingga rawan memunculkan klaster baru Covid-19.

Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Deny Septiviant sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Baca Juga: Kurang Serat Berdampak Buruk bagi Otak, Riset: 95,5 Persen Anak Indonesia Kurang Konsumsi Serat

Meski vaksinasi memiliki tujuan bagus, butuh kematangan dan kecermatan sebelum menjalankan kegiatan.

“Harus dilakukan evaluasi. Dihentikan dulu untuk sementara, untuk kemudian dilakukan perencanaan yang matang, dan saling sinergi dengan kabupaten/kota. Jangan terkesan, dan memang terlihat ingin beraksi sendirian seperti Film Rambo,” ujarnya, Kamis, 10 Juni 2021.

Menurut Deny, seharusnya gubernur bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota atas kegiatan vaksinasi tersebut.

Baca Juga: Ketua Komnas Anak: Pilihlah Produk Kemasan Plastik Berizin BPOM

Kegiatan bisa digelar di masing-masing kabupaten/kota dengan stok vaksin yang dimiliki provinsi.

“Jangan terpusat di kota Semarang saja. Ada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ini. Apalagi katanya vaksinasi itu sedianya diprioritaskan bagi masyarakat lansia, dengan umur di atas 50 tahun. Prioritas ini yang harus menjadi perhatian gubernur,” sebutnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov Jateng Siapkan Vaksin Ketiga bagi Nakes

Selasa, 3 Agustus 2021 | 13:32 WIB

Stok Obat Terapi Covid-19 di Yogyakarta Minim

Senin, 2 Agustus 2021 | 14:04 WIB
X