Mengontel Bareng Keliling Kota: Mengenang Daronjin, Pembuat Sepeda Penny-Farthing

- Minggu, 6 Juni 2021 | 19:40 WIB
Sepeda Onthel/Foto Pikiran Rakyat
Sepeda Onthel/Foto Pikiran Rakyat

BARISAN sepeda ontel telah berjajar rapi di depan gedung Oudetrap Kota Lama sejak Minggu (6/6) pagi. Peserta yang hendak mengendarai sepeda ontel tersebut, sebagian berasal dari luar Kota Semarang, tampak berswa foto bersama di depan sepeda maupun area Taman Sri Gunting dan Gereja Blenduk. Keberadaan mereka berbaur dengan pengunjung yang tengah berwisata di sana.

Pesepeda ontel ini hadir untuk mengikuti kegiatan Onthel Study Tour 3 yang 2021 digelar di daeraha wisata Kota Lama Kota Semarang. Mereka antara lain berasal dari Purbalingga, Jogja, Bandung, Jakarta, Bogor, dan daerah lainnya di Pulau Jawa.

Komunitas sepeda onthel lintas daerah ini memiliki semboyan yang terkenal yaitu ''Satu Sepeda, Sejuta Saudara''. Mereka datang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitiser.

Baca Juga: Tanam 1000 Bibit Pohon di Lereng Sindoro, Jaga Sumber Air

''Ini meruapakan salah satu bentuk silaturahmi antar komunitas pesepeda ontel yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan selalu berpindah-pindah kota setiap tahunnya. Saya selalu mengikuti kegiatan Onthel Study Tour ini sejak yang pertama di Yogyakarta dan kedua di Bandung,'' ujar salah satu peserta berasal dari Paguyuban Onthel Djogjakarta (Pojok), Sunaryo, yang telah datang sejak Sabtu (5/6).

Bahkan, salah satu perajin Penny Farthing pertama di Indonesia berasal dari Kota Semarang yaitu Daronjin. Dia mengusulkan agar sepeda Penny Farthing ikut berpartisipasi dalam Onthel Study Tour 3.

Sayangnya, sebelum niatan mengikuti event tersebut tercapai, Daronjin meninggal dunia pada 27 Mei 2021.

Baca Juga: Pemkot Semarang Perketat PKM, Antisipasi Peningkatan Angka Covid-19

Maka dari itu, event kali ini dihadirkan sekaligus untuk mengenang Daronjin. Bahkan, partisipasi sepeda Penny Farthing di event ini mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) atas dedikasi Daronjin selaku pemrakarsa rekor parade sepeda Penny Farthing pertama di Indonesia.

Penghargaan lainnya diserahkan kepada Komunitas Sepeda Tua (Kosti) Korwil Semarang selaku penyelenggara rekor parade sepeda Penny Farthing pertama di Indonesia.

Anak dari Daronjin, Ardian Dimas Pratama (17) hadir menggantikan ayahnya dalam event tersebut, sekaligus akan melanjutkan usaha pembuatan Penny Farthing di kemudian hari.

Selama ini, sepeda hasil karya dari almarhum Daronjin telah dipesan sejumlah konsumen, antara lain dari Perancis, Malaysia, dan enam negara Asia lainnya.

Baca Juga: Panglima TNI: Penegakan Prokes Jadi Kunci Utama Pencegahan Covid-19

''Saya nanti akan mencoba meneruskan usaha ayah untuk membuat sepeda Penny Farthing. Saya akan mulai dari nol, dengan cara belajar ke perajin-perajin sepeda lainnya. Untuk Indonesia, baru ada tiga perajin sepeda jenis tersebut. Selain ayah, dua perajin lainnya ada di Purbalingga dan satu lagi dari Jawa Timur,'' kata dia.

Acara ini turut dihadiri Kabid Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Agung Hariyadi, Danlanal Semarang melalui Perwira Staf Potensi Maritim (Paspotmar) Lanal Semarang Mayor Laut (T) Heri Suyatno, dan Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Merchandise K-Pop Bikin Gemas, Begini Cara Belinya

Jumat, 17 September 2021 | 14:54 WIB

Hobi Menulis, Kanaya Sudah Terbitkan Empat Buku Cerita

Minggu, 5 September 2021 | 14:16 WIB

Channa, Predator Air Sungai Nan Ekostis Kini Digemari

Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:42 WIB
X