Tekankan Aturan Prokes 3M, Wiku Imbau Mengganti Masker Tiap 6 Jam Sekali

Red
- Sabtu, 5 Juni 2021 | 15:09 WIB
BAGIKAN MASKER: Petugas membagikan masker untuk pengunjung kawasan wisata Pantaisari. (suaramerdeka.com / Kuswandi)
BAGIKAN MASKER: Petugas membagikan masker untuk pengunjung kawasan wisata Pantaisari. (suaramerdeka.com / Kuswandi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia di awal 2021 telah menargetkan 181,5 juta orang menjalani vaksinasi. Dari data per 30 Mei 2021, 16,3 juta warga Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi pertama, dan 10,5 juta orang mendapat vaksinasi kedua.

Namun, menjalani vaksinasi saja belum cukup. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden menegaskan, pentingnya tetap mematuhi prokes 3M meskipun sudah menjalani vaksinasi.

"Tetap mematuhi protokol kesehatan 3M walaupun sudah menerima vaksin. Penting untuk diingat program vaksinasi saat ini masih terus berjalan agar kekebalan komunitasnya bisa tercapai," ujar Wiku Adisasmito seperti dilansir dari Kata Data.

Baca Juga: Pemprov Jateng Terjunkan Tim Riset untuk Cek Varian Baru Covid 19

Selain itu, hal penting yang juga perlu diperhatikan adalah mengganti masker tiap enam jam sekali agar tidak menjadi sarang bakteri dan mikroba. Meski sudah memakai masker, penggunaan dengan tepat tetap harus dilakukan. Jika tidak, maka akan sia-sia penggunaannya.

Laboratorium Eurofins di Singapura baru-baru ini melakukan percobaan, dengan memperlihatkan banyaknya bakteri, jamur dan ragi yang ditemukan di masker yang dipakai selama 12 jam. Eksperimen tersebut menggunakan masker sekali pakai dan masker yang bisa dipakai lagi.

Sebagai perbandingan, masker digunakan dalam waktu 6 jam dan 12 jam. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengganti masker secara berkala. Penelitian ini juga memperlihatkan masker yang digunakan kembali umumnya mengandung lebih banyak mikroba daripada yang sekali pakai.

Baca Juga: Menpora Sebut Timnas Alami Perkembangan Baik

Direktur School of Applied Science Politeknik Nanyang Joel Lee mengatakan, perbedaan utama antara masker sekali pakai dan yang dapat digunakan kembali adalah bahan lapisan dalam yang paling dekat dengan mulut.

"Lapisan dalam ini kemungkinan besar menjadi sarang bakteri dari batuk atau bersin, atau mereka mungkin terdapat aerosol yang berubah menjadi tetesan saat kita berbicara menggunakan masker kita," katanya.

Ia mencatat bahwa masker sekali pakai memiliki filter bakteri dan permeabilitas udara yang lebih baik dibanding masker kain. Sebab, masker kain dapat menghasilkan ruang yang lebih besar antara seratnya dan kemampuan menyaring bakterinya lebih buruk.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dukung Kebijakan Pemkab Kudus Terapkan 2 Hari di Rumah Saja

Penelitian ini pun menunjukan masker yang dapat digunakan kembali digunakan selama 6 jam dan dibiarkan tidak dicuci selama seminggu, masih ada sisa bakteri, ragi, dan jamur. "Ini bisa memicu hipersensitivitas, iritasi kulit atau infeksi,” ujar Joel.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Enam Manfaat Daun Binahong untuk Kesehatan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:12 WIB

Waspadai 7 Sayuran Ini, Bisa jadi Pemicu Asam Urat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:21 WIB

Ini Lima Fakta Seputar Mata Minus

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:36 WIB

Berikut Manfaat Buah Gayam untuk Kesehatan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:55 WIB

Ini Manfaat Getah Angsana untuk Kesehatan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:12 WIB

Ini Dia Manfaat Probiotik bagi Usus

Senin, 18 Oktober 2021 | 08:49 WIB

Ini 5 Manfaat Acai Berry, Buah Khas dari Negara Brazil

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:35 WIB

Ini Lima Manfaat Jambu Biji untuk Kesehatan Anak

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:01 WIB

Inilah Lima Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:45 WIB
X