Momen Hari Tanpa Tembakau Sedunia, MTCC Unimma Giatkan Commit to Quit

- Selasa, 1 Juni 2021 | 11:30 WIB
TERIMA MASKER: Warga yang melintasi Unimma menerima masker dari Ketua MTCC Unimma Retno Rusdjijati pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. (suaramerdeka.com / Asef Amani)
TERIMA MASKER: Warga yang melintasi Unimma menerima masker dari Ketua MTCC Unimma Retno Rusdjijati pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. (suaramerdeka.com / Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dengan membagi masker, penyanitasi tangan (hand sanitizer), dan stiker di delapan lampu lalu lintas yang ada di Magelang.

Edukasi singkat tentang ajakan berhenti merokok juga disampaikan kepada masyarakat yang melintas. HTTS yang selalu diperingati pada 31 Mei ini, dicanangkan gerakan Commit to Quit dengan tujuan meraih komitmen 100 juta perokok berhenti merokok untuk menjawab tantangan pandemi Covid-19.

Setali tiga uang dengan gerakan rumusan WHO itu, Indonesia hendak meraih komitmen 5 juta perokok berhenti merokok.

Baca Juga: Karyawan Sequis Terima Vaksinasi Covid-19

"Perokok lebih rentan terinfeksi Covid-19. Perokok berisiko 2-3 kali lipat lebih tinggi dirawat di ICU, membutuhkan ventilasi dan bahkan meninggal akibat Covid-19. Tembakau juga merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular, seperti kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan dan diabetes," ujar Ketua MTCC Retno Rusdjijati di Kantor MTCC, Senin (31/5).

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, ungkap Retno, prevalensi perokok usia 10-18 mencapai 9,1 persen, naik dari 7,2 persen pada 2013. Secara nasional, prevalensi perokok mencapai 34.7 persen, sedangkan di Jateng 25.3 persen.

Hasil penelitian juga menunjukkan 32,1 persen siswa Indonesia rentang usia 10-18 pernah merokok dan 43,4 persen di antaranya mulai merokok pada usia 12-13 tahun.

Baca Juga: WHO Sebut 50 Persen Kejadian Patah Tulang Disebabkan Osteoporosis

"Penurunan angka prevalensi rokok anak saat ini hanya bisa diatasi jika akses anak-anak terhadap rokok dijauhkan. Fakta ironis di Indonesia, generasi muda negara ini terpapar iklan rokok di toko, papan iklan, dan internet, serta melalui sponsor untuk konser musik, liga olahraga, dan acara," katanya.

Menurut Retno, gerakan “Commit to Quit” akan menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif untuk berhenti merokok dengan mengadvokasi kebijakan pengendalian tembakau yang kuat, menyadari taktik industri tembakau, meningkatkan akses ke layanan berhenti merokok, dan memberdayakan perokok agar berhasil dalam upaya berhenti merokok.

"Komitmen lain dari MTCC UNIMMA adalah terus mendorong kepala daerah menetapkan dan menegakkan Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Apalagi di masa pandemi Covid-19, perda menjadi kampanye kepada masyarakat akan bahaya asap rokok dan akibat buruknya pada penurunan ketahanan tubuh dalam antisipasi virus," tegasnya.

Pada peringatan HTTS 2021, MTCC membagikan masker, penyanitasi tangan, dan stiker di delapan lalu lintas di Magelang, baik kota maupun kabupaten.

Di kota, ada di Menowo, Pecinan, Canguk, dan BPD Jateng. Sementara di kabupaten, terpilih Pakelan, Artos Mall, Blondo, dan Secang. MTCC mengerahkan enam petugas laki-laki untuk disebar di setiap titik.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PAP Smear, Metode Membantu Deteksi Kanker Serviks

Rabu, 22 September 2021 | 07:12 WIB

Anak-anak Juga Bisa Terserang Kanker, Kenali Jenisnya

Selasa, 21 September 2021 | 22:57 WIB

Lima Cara Mudah Tingkatkan Stamina Otak

Selasa, 21 September 2021 | 07:15 WIB

Karies Jadi Momok, Dokter Gigi Didorong Berinovasi

Selasa, 21 September 2021 | 06:55 WIB

Hindari Lima Kesalahan Ini Saat Mencuci Muka

Senin, 20 September 2021 | 09:18 WIB

Tak Hanya Minum Air Hangat, Berikut Tips Atasi Flu

Minggu, 19 September 2021 | 20:07 WIB

Sering Telat Makan? Awas Bahaya Ini Mengintai Anda

Minggu, 19 September 2021 | 10:58 WIB

Ini Tiga Mitos Diet Sesat yang Perlu Kamu Tahu

Sabtu, 18 September 2021 | 10:12 WIB
X