SMP 12 Menuju Sekolah Adiwiyata Andalkan Program Sasisata, Tagukar, Sakelipot dan Bestiku

- Kamis, 27 Mei 2021 | 18:46 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - SMP 12 bekerja keras demi mempersiapkan diri menuju sekolah adiwiyata dengan membuat program-program pendukung salah satunya untuk menambah tanaman dan penghijauan seperti satu siswa satu tanaman (Sasisata), taman guru dan karyawan (Tagukar), satu kelas 5 pot (Sakelipot) dan bebas sampah plastik sekolahku (Bestiku). Ini menjadi karya nyata menuju sekolah adiwiyata.

 

“Program Bebas Sampah Plastik Sekolahku (BeSTiku) juga dilakukan untuk menjaga kebersihan dan mengurangi sampah plastik di sekolah  sehingga tercipta kebiasaan mengurangi sampah plastik di mana pun warga sekolah berada. Taman yang ada di sekolah dibagi untuk ditata oleh guru dan karyawan. Program ini juga melibatkan orang tua murid. Sebetulnya masih banyak program lain yang dibuat, itu baru satu bidang penanaman tanaman atau pohon,” tutur Ketua Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup (GPBLH) SMP 12, Anny Handayani, Kamis (27/5).

Anny menjelaskan, ada 6 bidang pelaksanaan yang musti direalisasikan untuk mencapai sekolah adiwiyata yakni kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase. Kemudian pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon, konservasi air, konservasi energi dan inovasi terkait penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).

“Persiapan di semua bidang dikerjakan seluruh guru, karyawan, kader adiwiyata dan peran serta pihak ketiga. Kami membuat pupuk cair (ecoenzim), pupuk kompos dan ecoprinting bekerja sama dengan mahasiswa Undip. Anak-anak juga berhasil membuat sabun cuci tangan angdana,” katanya.

Kepala SMP 12, Sumrih Rahayu, S. Pd. M. Pd menyebut persiapan SMP 12 menuju sekolah adiwiyata diawali dengan evalasi diri sekolah (EDS) kemudian dipadukan dengan hasil penilaian calon sekolah adiwiyata tahun sebelumnya.

“Saya kaji potensi dan permasalahan linkungan sekolah kemudian kami membuat tim dan bekerjasama dengan berbagai pihak agar tujuan tercapai. Tahun ini SMP 12 berupaya lolos sekolah adiwiyata,” tuturnya.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk memenuhi berbagai aspek yang dibutuhkan antara lain pembenahan lingkungan, penambahan biopori, pilah sampah, konservasi air, energi dan lainnya.

“Biopori yakni lubang lubang penyerap air hujan yang dimasuki dedaunan yang jatuh untuk dibusukkan, kemudian membuat saluran-saluran supaya tidak terjadi genangan air. Kami juga melaksanakan pilah sampah dengan membedakan antara sampah organik dan nonorganik. Gerobak sampahnya juga dibedakan,” jelas Sumrih.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Terkini

Manfaat Ikan Betutu untuk Kesehatan dan Kecantikan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:18 WIB

Tips Mudah Mengatasi Sepatu Kebesaran

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:18 WIB

Ini Dia Tiga Cara Mengatasi Bibir Kering

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:39 WIB

Enam Manfaat Minyak Kasturi untuk Kecantikan

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:22 WIB

Ini Gaya Pakaian yang Unik dari Stylist Aespa

Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:44 WIB

Manfaat Masker Alpukat bagi Wajah

Sabtu, 25 September 2021 | 17:26 WIB

Cegah Munculnya White Cast di Wajah, Coba Cara Ini

Sabtu, 18 September 2021 | 20:14 WIB
X