Indonesia Masih Bergantung Bahan Baku Herbal Impor, Saatnya Manfaatkan Sumber Daya Alam Sendiri

- Rabu, 3 November 2021 | 10:44 WIB
Para pakar UGM ketika menyampaikan gagasan complementary and alternative medicine.(Foto: ist)
Para pakar UGM ketika menyampaikan gagasan complementary and alternative medicine.(Foto: ist)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Saat ini, Indonesia masih bergantung impor bahan baku obat sintetis maupun herbal. Sebanyak 95 persen bahan baku obat sintetis diperoleh dari luar negeri sedangkan untuk bahan baku herbal sebagian juga impor tetapi belum terdata secara jelas.

''Memang belum ada data secara jelas mengenai bahan baku herbal yang impor meskipun di sini sebenarnya juga tersedia. Ada kendala-kendala dalam menyediakan bahan baku herbal,'' ungkap pakar farmasi UGM, Prof Triana Hertiani.

Ia menyebutkan bahan baku herbal impor bukan karena di sini kekurangan. Ada beberapa kendala yakni, kualitas bahan baku yang kurang bagus serta pengolahan yang tidak benar.

Baca Juga: Begini Lima Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Akibatnya, industri tidak bisa mengambil dari dalam negeri tetapi memilih impor dari luar. Ia berharap Indonesia dapat menaikkan standar kualitas bahan baku herbal dalam negeri.

Triana mengungkapkan itu menjelang The 2021 Virtual Summer Course on Interprofessional Health Care yang mengusung tema ''Complementary Healthcare and Functional Food''.

Summer Course merupakan kegiatan rutin FK-KMK bekerja sama dengan Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran Gigi. Pesertanya, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, berbagai kampus, dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Neuroblastoma: Kanker Sel Langka yang Menyerang Balita

Narasumber lain, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Prof Gandes Retno Rahayu menjelaskan complementary and alternative medicine menjadi salah satu isu penting dalam dunia kesehatan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia.

Pengobatan alternatif bisa diimplementasikan secara lebih luas di Indonesia dengan catatan secara rasional dan berbasis bukti.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X