Mengenal Mastrip Semarang dan Jejak Sejarah Para Pejuang Kemerdekaan

- Senin, 1 November 2021 | 13:02 WIB
Pengurus paguyuban daerah Mastrip Semarang berdialog dengan pengurus pusat sesuai pengukuhan di Hotel Pandanaran Semarang. (suaramerdeka.com / dok)
Pengurus paguyuban daerah Mastrip Semarang berdialog dengan pengurus pusat sesuai pengukuhan di Hotel Pandanaran Semarang. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Paguyuban Tentara Republik Indonesia Pelajar (Trip) atau yang disebut juga Mastrip Semarang resmi dikukuhkan.

Pengukuhan yang dilakukan oleh paguyuban Mastrip pusat secara virtual itu berlangsung di Hotel Pandanaran Semarang, Jalan Pandanaran No 58 Semarang.

Ketua Paguyuban Daerah Mastrip Semarang Yudhi Domo berharap dengan dikukuhkannya paguyuban Mastrip Semarang dapat meneruskan semangat juang orang - orang terdahulu.

"Orang tua kita (generasi pertama ) sebagai pelaku pejuang, pelaku kemerdekaan. Kami dan pengurus berharap mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan orang tuanya," kata Yudhi Domo, seusai acara Senin 1 November 2021.

Yudhi bercerita orang tua dari paguyuban Mastrip Semarang semuanya para pejuang yang saat itu kebanyakan berkedudukan di Jawa Timur.

Baca Juga: Konferensi Internasional Fordebi, Prodi Ekonomi Islam Undip Tampil Sebagai Co-Host

Salah satu bukti perjuangan yang pernah mereka lakukan di Jawa Timur, misalnya pada momen 1945 dan 1949 (pasca-perang dunia II) dan saat agresi Belanda, Jepang.

"Di Semarang, sebenarnya anggotanya sudah ada sejak lama karena orang tua kita domisilinya di Semarang semua," terangnya.

Yudhi melanjutkan, sebelum resmi dikukuhkan, Mastrip Semarang sudah melakukan banyak kegiatan, di antaranya berziarah ke makam para pahlawan dan pejuang.

Selain itu, para pengurus Mastrip Semarang secara kontinyu mengadakan pertemuan secara rutin setiap sebulan sekali.

Baca Juga: Raden Aria Wangsakara, Pangeran Sumedang Pendiri Tangerang yang Diceritakan dalam Babad Diponegoro

Ke depan, pihaknya akan menginvetarisir dan mendata lagi masyarakat belum tergabung dengan Mastrip Semarang.

"Setiap hari raya kami memberikan bantuan kepada para janda dari para pejuang tersebut," katanya.

Saat ini anggota Mastrip Semarang berjumlah sekitar 30 an orang. Untuk pengurusnya sendiri ada 15 orang.

Rata-rata latar belakang bermcama-macam, seperti pegawai negeri, pensiunan BUMN, swasta dan lainnya.

Baca Juga: Pemerintah Perbarui Aturan Perjalanan Darat, PCR Berlaku 3x24 Jam

"Kami berharap seusai dikukuhkan semakin guyub, saling merawat dan menguatkan tali persaudaraan," imbuhnya.

Ketua Korwil Barat Bagus Soebiyantoro menambahkan, saat masa-masa perjuangan kemerdekaan di Jawa, dibentuk sebuah satuan bernama Tentara Pelajar.

Pada saat mobilisasi dibentuk beberapa detasemen. Misalnya, detasemen 1 di bawah naungan brigade 17, detasemen 2 di Jawa Tengah brigade 17, detasemen 3 di Yogyakarta brigade 17, detasemen 4 Siliwangi, Jawa Barat juga demikian.

"Ada juga detasemen 5 yang merupakan Tentara Geni Pelajar (PGP) dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Umumnya mereka dari sekolah teknik (ST, STM). Ada juga yang tidak mau masuk ke PGP," terangnya.

Baca Juga: Hari Pahlawan, Lagu 'Surabaya' Liriknya Diubah untuk Menanamkan Cinta Tanah Air

Ia menjelaskan, aktivitas Mastrip Semarang menginduk pada paguyuban Mastrip Jatim yang berpusat di Jakarta dengan Ketua Umumnya Destry Damayanti, Deputi Senior Gubernur BI.

"Jadi kami menginduk ke sana. Nanti ada Muksernas, Mubes. Ada juga ziarah rutin ke Kota Malang setahun sekali. Di sana dimakamkan dalam satu lubang berisi 34 Tentara Pelajar yang gugur dibom penjajah Belanda," imbuhnya.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X